Tuban, BacaPost.com – Suasana siang yang tenang di pesisir utara Jawa Timur mendadak berubah, Minggu (12/10/2025), ketika getaran halus terasa di beberapa titik wilayah Tuban dan sekitarnya.
BMKG melaporkan, gempa berkekuatan Magnitudo 4,3 mengguncang pada pukul 12:57:59 WIB. Meski tidak menimbulkan kepanikan besar, getaran ini sempat mengejutkan warga.
Namun yang menarik, pusat gempa ternyata bukan di sekitar Jawa Timur, melainkan di laut bagian timur laut Sarmi, Papua!
Data resmi BMKG menunjukkan koordinat episenter berada di 5,67 Lintang Selatan dan 112,52 Bujur Timur, pada kedalaman 10 kilometer.
Pusat gempa berada sekitar 146 kilometer timur laut Tuban, tepat di bawah perairan luas Laut Jawa.
Dalam rilis cepatnya, BMKG menegaskan bahwa informasi ini bersifat sementara, dan masih bisa diperbarui seiring masuknya data tambahan dari sensor seismik nasional.
“Informasi gempa mengutamakan kecepatan, sehingga parameter bisa berubah setelah pengolahan data lanjutan,” tulis BMKG melalui akun resmi X mereka, @infoBMKG.
Warga pesisir utara, terutama di Tuban dan Lamongan, mengaku sempat merasakan getaran ringan selama beberapa detik.
“Lantai rumah terasa bergetar pelan, tapi cuma sebentar,” ujar Wahyu, warga Kecamatan Palang, Tuban. “Saya kira truk besar lewat, ternyata gempa.”
Hingga berita ini diturunkan, tidak ada laporan kerusakan atau korban jiwa. BMKG memastikan gempa tidak berpotensi tsunami.
Meski begitu, lembaga tersebut mengimbau masyarakat agar tetap waspada terhadap kemungkinan gempa susulan ringan.
Kepala Pusat Gempa dan Tsunami BMKG, dalam keterangannya, mengingatkan bahwa aktivitas tektonik di perairan Laut Jawa kerap dipengaruhi oleh pergerakan sesar besar dari kawasan timur Indonesia.
“Gempa dengan magnitudo kecil seperti ini biasanya tidak berbahaya, namun penting sebagai pengingat bahwa kita hidup di wilayah rawan gempa,” ujarnya.
Para ahli menyebut, gempa di kedalaman dangkal seperti ini berpotensi terasa luas, terutama bila terjadi di bawah laut dangkal dengan lapisan batuan keras.
Getaran bisa merambat jauh, sehingga meski pusat gempa berada ratusan kilometer dari permukiman, efeknya tetap bisa dirasakan di permukaan.
BMKG kembali menegaskan agar masyarakat tetap tenang dan waspada. Jika merasakan getaran, segera cari area terbuka dan hindari berada di bawah benda berat atau dekat kaca besar.
“Jangan panik, tapi selalu siap. Mitigasi adalah kunci keselamatan,” tulis peringatan resmi lembaga tersebut.
Guncangan siang ini menjadi pengingat bahwa aktivitas tektonik di Indonesia tak pernah benar-benar berhenti.
Dalam sehari, belasan gempa dengan skala kecil hingga sedang terekam di berbagai wilayah menegaskan bahwa negeri ini memang berada di atas cincin api dunia. ***



















