Respons Singkat Kepala PLN ULP Saketa Tuai Sorotan

Jumat, 7 Agustus 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Dugaan penyelundupan sekitar 30 ton bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi jenis solar di lingkungan PLN Unit Layanan Pelanggan (ULP) Saketa, Kecamatan Gane Barat, Kabupaten Halmahera Selatan, terus menjadi perhatian masyarakat. Warga mendesak aparat penegak hukum mengusut tuntas dugaan tersebut secara profesional dan transparan, serta meminta manajemen PLN melakukan evaluasi menyeluruh terhadap pengawasan distribusi BBM di ULP Saketa.

Berdasarkan informasi yang dihimpun dari sejumlah warga Desa Saketa, dugaan penyelundupan BBM disebut bukan kali pertama terjadi. Warga menduga praktik tersebut telah berlangsung berulang kali. Namun, dugaan itu hingga kini belum dibuktikan melalui proses hukum maupun putusan pengadilan.

Seorang warga mengungkapkan bahwa salah satu pegawai PLN bernama Kismán pernah menemukan dugaan pencurian BBM di lingkungan kantor PLN ULP Saketa. Peristiwa tersebut disebut terjadi pada malam hari ketika ia berada di sekitar kantor.

Baca Juga:  Dari Pengabdian Ke Kontroversi: Jejak Nurjaya Hingga Diberhentikan Dari DPRD Ternate 

Menurut keterangan warga, Kismán melihat seseorang memasuki bagian belakang kantor PLN. Setelah orang tersebut keluar, ia memeriksa lokasi dan menemukan sebuah selang yang menjulur hingga ke luar pagar kantor. Saat ditelusuri, selang tersebut diduga terhubung dengan sekitar 10 hingga 15 jeriken yang berada di luar area kantor.

Temuan tersebut kemudian dilaporkan kepada pimpinan PLN. Berdasarkan informasi yang disampaikan warga mengenai hasil pemeriksaan internal, diduga terdapat modifikasi pada sistem penyaluran BBM dari dua tangki utama menuju tangki penampungan. Modifikasi itu disebut dilakukan dengan mengganti keran sehingga selang dapat disambungkan hingga ke luar pagar kantor. Informasi tersebut belum dapat diverifikasi secara independen.

Baca Juga:  Rustam Fabanyo Siagakan Excavator, Warga Tiga Desa Di Jailolo Bersihkan Mata Air Sofinga

Selain itu, seorang warga Desa Wosi juga mengaku pernah mengetahui adanya dugaan penjualan solar oleh pihak PLN. Namun, warga tersebut tidak menjelaskan secara rinci waktu kejadian maupun pihak yang diduga terlibat. Klaim tersebut juga belum dapat diverifikasi secara independen.

Sejumlah warga turut menyampaikan dugaan adanya keterlibatan Kepala PLN ULP Saketa, Muhammad Munir. Namun hingga berita ini ditulis, belum ada bukti yang dipublikasikan maupun pernyataan resmi dari aparat penegak hukum yang menetapkan adanya pihak yang bertanggung jawab dalam dugaan kasus tersebut.

Saat dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp, Kepala PLN ULP Saketa, Muhammad Munir, hanya memberikan jawaban singkat, “Waalaikum salam. Pihak kepolisian belum cukup bukti.”

Baca Juga:  UMK Halmahera Selatan Masih Mengacu UMP Maluku Utara, Disnakertrans Targetkan Penetapan 2027

Respons singkat tersebut memunculkan berbagai pertanyaan di tengah masyarakat yang berharap adanya penjelasan lebih rinci mengenai dugaan kasus tersebut. Meski demikian, pernyataan tersebut tidak dapat dijadikan dasar untuk menyimpulkan adanya keterlibatan pihak mana pun. Penentuan ada atau tidaknya keterlibatan seseorang merupakan kewenangan aparat penegak hukum berdasarkan hasil penyelidikan dan alat bukti yang sah.

Masyarakat berharap kepolisian dapat mengusut dugaan penyelundupan BBM bersubsidi ini secara menyeluruh, transparan, dan tanpa pandang bulu. Warga juga meminta manajemen PLN melakukan evaluasi terhadap sistem pengawasan distribusi BBM di ULP Saketa serta menjatuhkan sanksi tegas apabila hasil pemeriksaan nantinya menemukan adanya pelanggaran, pembiaran, atau kelalaian sesuai ketentuan yang berlaku. (Red/SI)

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Warga Minta Bupati Halsel Dan Kadis DPMD Berkantor Di Kantor Desa Laigoma
Tak Perlu Lagi Berobat Jauh, Kehadiran Pustu Soligi dan Kawasi Dekatkan Akses Medis Warga Obi 
Diduga Tak Mampu Selesaikan Polemik, Iksan Kaleserang Pilih Laporkan Tiga Wartawan Anggota PWI
Sekdes Kusubibi Diduga Terseret Kasus TPPU, Polres dan Kejari Halsel Diminta Turun Tangan
Pemda Halsel Alokasikan Bansos Untuk Masyarakat Kurang Mampu Dan Biaya Akhir Studi Mahasiswa 
Kepala Desa Laigoma Samsul Marwa Diduga Jarang Berkantor, Warga Palang Kantor Desa
Kapolda Malut Batal Kunker ke Halsel, Ini Alasannya 
Polsek Jailolo Selatan Kawal Aksi Warga Tolak Pemberhentian Kades Sidangoli Dehe

Berita Terkait

Kamis, 8 Oktober 2026 - 13:56

Warga Minta Bupati Halsel Dan Kadis DPMD Berkantor Di Kantor Desa Laigoma

Kamis, 8 Oktober 2026 - 07:53

Tak Perlu Lagi Berobat Jauh, Kehadiran Pustu Soligi dan Kawasi Dekatkan Akses Medis Warga Obi 

Rabu, 7 Oktober 2026 - 16:20

Diduga Tak Mampu Selesaikan Polemik, Iksan Kaleserang Pilih Laporkan Tiga Wartawan Anggota PWI

Rabu, 7 Oktober 2026 - 10:16

Sekdes Kusubibi Diduga Terseret Kasus TPPU, Polres dan Kejari Halsel Diminta Turun Tangan

Rabu, 7 Oktober 2026 - 07:19

Pemda Halsel Alokasikan Bansos Untuk Masyarakat Kurang Mampu Dan Biaya Akhir Studi Mahasiswa 

Berita Terbaru