Excavator PT Intim Kara Melintas Di Jalan Umum, Warga Soroti Keselamatan Dan Potensi Kerusakan Jalan

Kamis, 20 Agustus 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Mobilisasi alat berat milik PT Intim Kara yang melintasi ruas jalan raya Desa Tawa, Kecamatan Bacan Timur Tengah, Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel), menuai sorotan warga.

Ekskavator perusahaan jasa konstruksi tersebut disebut melintas di jalan umum tanpa menggunakan tronton dan tanpa pengawalan Patwal Satlantas Polres Halsel. Peristiwa itu menjadi viral setelah rekaman siaran langsung akun Facebook Mhan Dodengo beredar di grup Info Halmahera Selatan, (19/08/2026).

Dalam video tersebut, ekskavator terlihat melintasi ruas jalan raya Desa Tawa dengan dikawal seorang petugas pengawas. Mobilisasi alat berat itu kemudian memicu adu mulut antara seorang sopir dan petugas yang berada di lokasi.

Sopir tersebut mempertanyakan mobilisasi ekskavator di jalan raya. Ia khawatir kendaraan berat yang melintas dapat memperparah kondisi jalan yang selama ini menjadi akses utama masyarakat.

Baca Juga:  Dua Guru Inspiratif Halsel Terima Penghargaan Dari Bupati Dan Wakil Bupati

“Pemerintah dan dinas terkait harus usut masalah begini, karena kalau dibiarkan terus menerus terjadi jalan akan hancur. Yang rugi kita masyarakat. Perusahaan dapat untung, tapi warga yang jadi korban,” ujar sopir tersebut dalam rekaman video.

Ia menilai kondisi ruas jalan yang sudah mengalami kerusakan semestinya tidak kembali dibebani alat berat. Menurutnya, pemerintah dan instansi terkait perlu memastikan setiap mobilisasi alat berat memenuhi prosedur keselamatan dan tidak merugikan pengguna jalan.

“Bagaimana jalan raya tidak rusak kalau alat berat melintas tidak dilarang atau ditindak. Kondisi jalan rusak, tapi malah tambah dirusak alat perusahaan PT Intim Kara,” katanya.

Selain persoalan kerusakan jalan, sopir tersebut juga mempertanyakan aspek keselamatan. Ia menilai pengawalan diperlukan untuk mengantisipasi kecelakaan, mengingat ruas jalan tersebut merupakan jalur penghubung sejumlah desa menuju ibu kota kabupaten.

Baca Juga:  Wakil Bupati Halmahera Barat Kukuhkan Paskibraka Tingkat Kabupaten Tahun 2026

Ia juga mempertanyakan pihak yang akan bertanggung jawab apabila terjadi kerusakan jalan akibat mobilisasi alat berat tersebut.

“Kalau jalan rusak nanti siapa yang tanggung jawab?” tanyanya.

Petugas yang mengawal ekskavator kemudian menjawab bahwa pihak perusahaan akan bertanggung jawab apabila terjadi kerusakan.

“Pihak perusahaan yang akan ganti rugi,” jawab petugas tersebut.

Perdebatan antara sopir dan petugas pengawal sempat berlangsung. Meski demikian, ekskavator tetap melanjutkan perjalanan melintasi jalan raya.

Dalam rekaman yang sama, seorang karyawan PT Intim Kara membantah adanya persoalan terkait mobilisasi alat berat tersebut. Ia meminta warga yang keberatan menyampaikan protes langsung kepada pimpinan perusahaan.

“Kalau mau protes silakan ke bos kami. Kami hanya pekerja, silakan ke pimpinan,” ujarnya.

Baca Juga:  Kadis Disnaker Daud Djubedi: Realisasi IMTA Halsel Lampaui Target, 2026 Ditarget Rp55 Miliar

Peristiwa tersebut menjadi sorotan karena berkaitan dengan penggunaan fasilitas jalan umum untuk kepentingan aktivitas perusahaan. Warga meminta pemerintah daerah dan instansi teknis terkait memastikan mobilisasi alat berat di jalan raya dilakukan sesuai ketentuan keselamatan serta tidak menyebabkan kerusakan terhadap infrastruktur publik.

Hingga berita ini diterbitkan, wartawan masih berupaya meminta konfirmasi dari pihak PT Intim Kara dan instansi pemerintah terkait mengenai mobilisasi ekskavator tersebut, termasuk prosedur penggunaan jalan umum, aspek keselamatan, serta pengawalan alat berat. (Red/SI)

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Pemda Halbar Respon Cepat Masalah Sengketa Lahan Di Tosoa
Kebakaran Hanguskan Rumah Warga Di Desa Loleojaya, Pemdes Salurkan Bantuan
Rumah Din dan Sarni Di Loleojaya Ludes Terbakar, Harta Benda dan Dokumen Penting Ikut Musnah
Polres Halsel Gelar Upacara Peringatan Hari Juang Polri
Di Tengah Isu Referendum Maluku Utara, Boki Nita Serukan Persatuan Dan Pelestarian Adat
Bupati Bassam Kasuba Buka Festival Sepak Bola Anak Merdeka Di Stadion GBK Halsel 
Kadis Mangkir Di Saat RDP, Komisi III DPRD Halsel Usir Perwakilan Dinas Pariwisata
Bawaslu Halsel Perkuat Pencegahan Pemilu, Demokrat Diajak Pahami Aturan Terbaru

Berita Terkait

Minggu, 23 Agustus 2026 - 05:47

Pemda Halbar Respon Cepat Masalah Sengketa Lahan Di Tosoa

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 12:11

Kebakaran Hanguskan Rumah Warga Di Desa Loleojaya, Pemdes Salurkan Bantuan

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 11:55

Rumah Din dan Sarni Di Loleojaya Ludes Terbakar, Harta Benda dan Dokumen Penting Ikut Musnah

Jumat, 21 Agustus 2026 - 13:36

Polres Halsel Gelar Upacara Peringatan Hari Juang Polri

Jumat, 21 Agustus 2026 - 10:11

Di Tengah Isu Referendum Maluku Utara, Boki Nita Serukan Persatuan Dan Pelestarian Adat

Berita Terbaru

BacaPost.Com

Pemda Halbar Respon Cepat Masalah Sengketa Lahan Di Tosoa

Minggu, 23 Agu 2026 - 05:47

BacaPost.Com

Polres Halsel Gelar Upacara Peringatan Hari Juang Polri

Jumat, 21 Agu 2026 - 13:36