BBM PLN Saketa Diduga Dicuri, Pemuda Saketa Tantang Polres Halsel

Selasa, 18 Agustus 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Toko Pemuda Desa Saketa menantang Polres Halmahera Selatan dan Inspektorat PT PLN (Persero) untuk membuka secara transparan perkembangan penanganan dugaan pencurian BBM jenis solar di PLN ULP Saketa, Kecamatan Gane Barat.

Desakan tersebut disampaikan Rizky Ramli, perwakilan Pemuda Saketa, menyusul klarifikasi Polres Halsel yang menyebut kasus tersebut masih dalam tahap penyelidikan dan ditangani secara profesional sesuai prosedur.

Rizky menilai pernyataan mengenai profesionalisme tidak cukup jika tidak disertai keterbukaan informasi mengenai perkembangan penyelidikan.

“Polres Halsel kami tantang untuk buka-bukaan. Penyelidikan ini sudah sampai di mana? Siapa saja yang sudah diperiksa, apa yang sudah ditemukan, dan bagaimana perkembangan kasusnya? Jangan hanya bicara profesionalisme, tetapi masyarakat tidak tahu prosesnya sudah sejauh mana,” kata Rizky.(18/08/2026)

Menurutnya, Pemuda Saketa tidak meminta polisi membuka materi penyelidikan yang bersifat rahasia. Namun, perkembangan umum penanganan kasus yang menjadi perhatian masyarakat perlu disampaikan agar publik memperoleh kepastian.

Baca Juga:  Dugaan Pelanggaran Tambang Menguat, SEMAHABAR Soroti Keterkaitan PT Geodipa Energi

Rizky mengatakan desakan tersebut juga berkaitan dengan persoalan kepercayaan masyarakat terhadap aparat penegak hukum (APH), khususnya kepolisian.

“Harus kita akui, ada keberatan publik terhadap kinerja APH, khususnya lembaga kepolisian. Banyak kasus yang ditangani aparat kemudian tidak jelas bagaimana perkembangan dan penyelesaiannya. Karena itu, ketika kasus seperti ini tidak dibuka secara transparan, tentu akan melahirkan spekulasi di masyarakat,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa Pemuda Saketa tidak menuduh kepolisian terlibat dalam dugaan pencurian BBM tersebut. Namun, minimnya informasi dari aparat justru berpotensi memperbesar ruang spekulasi publik.

“Ini bukan berarti kami menuduh polisi terlibat. Tetapi kalau prosesnya tertutup dan publik tidak mendapatkan informasi, masyarakat bisa bertanya-tanya. Transparansi justru penting untuk menjaga kepercayaan masyarakat terhadap kepolisian,” tegas Rizky.

Baca Juga:  KNPI Halsel Tegaskan Sengketa Lahan Alimusu Telah Tuntas, Minta Isu Tidak Dipolitisasi

Selain Polres Halsel, Pemuda Saketa juga menantang Inspektorat PLN untuk turun langsung melakukan audit dan pemeriksaan internal terhadap dugaan hilangnya BBM di PLN ULP Saketa.

Menurut Rizky, persoalan tersebut tidak cukup hanya diselesaikan dari aspek hukum. PLN juga harus memastikan apakah terdapat persoalan dalam sistem pencatatan, penyimpanan, distribusi, penggunaan, maupun pengawasan BBM.

“Inspektorat PLN jangan hanya menunggu. Harus turun dan melakukan audit. Periksa stok, administrasi, distribusi, siapa yang memiliki akses, dan apakah ada selisih antara catatan dengan kondisi di lapangan,” katanya.

Pemuda Saketa juga mendesak PLN melakukan evaluasi terhadap Kepala PLN ULP Saketa, Muhammad Munir, dan meminta agar yang bersangkutan dicopot apabila hasil pemeriksaan membuktikan adanya pelanggaran, kelalaian, atau kegagalan dalam pengawasan.

Baca Juga:  Petugas Lapas Kelas III Labuha Laksanakan Apel Pagi, Siap Berikan Pelayanan Selama Natal dan Tahun Baru

Pemuda Saketa menyampaikan tiga tuntutan dalam persoalan tersebut:

Mendesak Polres Halmahera Selatan membuka perkembangan penyelidikan dugaan pencurian BBM di PLN ULP Saketa kepada publik.

Mendesak Inspektorat PLN turun melakukan audit dan pemeriksaan internal terhadap stok, administrasi, distribusi, dan penggunaan BBM.

Mendesak PLN mengevaluasi dan mencopot Kepala PLN ULP Saketa, Muhammad Munir, apabila hasil pemeriksaan menemukan adanya pelanggaran atau kelalaian dalam pengawasan.

“Kami ingin kasus ini terang. Polisi harus membuktikan profesionalismenya melalui proses yang dapat dipertanggungjawabkan. PLN juga harus menunjukkan bahwa pengawasan internalnya berjalan. Jangan sampai persoalan ini berhenti hanya pada klarifikasi,” pungkas Rizky. (Red/SI)

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Warga Minta Bupati Halsel Dan Kadis DPMD Berkantor Di Kantor Desa Laigoma
Tak Perlu Lagi Berobat Jauh, Kehadiran Pustu Soligi dan Kawasi Dekatkan Akses Medis Warga Obi 
Diduga Tak Mampu Selesaikan Polemik, Iksan Kaleserang Pilih Laporkan Tiga Wartawan Anggota PWI
Sekdes Kusubibi Diduga Terseret Kasus TPPU, Polres dan Kejari Halsel Diminta Turun Tangan
Pemda Halsel Alokasikan Bansos Untuk Masyarakat Kurang Mampu Dan Biaya Akhir Studi Mahasiswa 
Kepala Desa Laigoma Samsul Marwa Diduga Jarang Berkantor, Warga Palang Kantor Desa
Kapolda Malut Batal Kunker ke Halsel, Ini Alasannya 
Polsek Jailolo Selatan Kawal Aksi Warga Tolak Pemberhentian Kades Sidangoli Dehe

Berita Terkait

Kamis, 8 Oktober 2026 - 13:56

Warga Minta Bupati Halsel Dan Kadis DPMD Berkantor Di Kantor Desa Laigoma

Kamis, 8 Oktober 2026 - 07:53

Tak Perlu Lagi Berobat Jauh, Kehadiran Pustu Soligi dan Kawasi Dekatkan Akses Medis Warga Obi 

Rabu, 7 Oktober 2026 - 16:20

Diduga Tak Mampu Selesaikan Polemik, Iksan Kaleserang Pilih Laporkan Tiga Wartawan Anggota PWI

Rabu, 7 Oktober 2026 - 10:16

Sekdes Kusubibi Diduga Terseret Kasus TPPU, Polres dan Kejari Halsel Diminta Turun Tangan

Rabu, 7 Oktober 2026 - 07:19

Pemda Halsel Alokasikan Bansos Untuk Masyarakat Kurang Mampu Dan Biaya Akhir Studi Mahasiswa 

Berita Terbaru