Kepedulian terhadap dunia pendidikan kembali ditunjukkan oleh Edy, yang secara swadaya membangun fasilitas Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) di wilayah Desa Sayoang. Langkah tersebut dilandasi keprihatinannya terhadap minimnya perhatian terhadap pendidikan dasar bagi anak-anak di daerah tersebut.
Edy mengungkapkan, gagasan pembangunan PAUD berawal dari keinginannya menghadirkan ruang belajar yang nyaman dan layak sejak usia dini. Menurutnya, pendidikan merupakan fondasi penting yang harus menjadi perhatian bersama.
“Saya merasa pendidikan di Sayowang perlu lebih mendapat perhatian. Anak-anak harus nyaman dan senang ketika mulai masuk dunia pendidikan,” ujarnya.(04/01/2026)
Pembangunan PAUD tersebut mulai dilaksanakan pada tahun 2025 dan kini telah memasuki tahap akhir. Hingga saat ini, tiga ruang kelas telah dibangun dan hampir rampung, dengan target keseluruhan empat ruang kelas serta satu ruang kantor.
“Sekarang sudah terbangun tiga lokal dan hampir selesai. Targetnya empat lokal ditambah satu kantor. Walaupun masih ada kekurangan, semangat kami tetap untuk menyediakan fasilitas pendidikan,” jelasnya.
Ia menambahkan, setiap ruang kelas dirancang untuk menampung kelas A dan kelas B PAUD, menyesuaikan kebutuhan pembelajaran anak usia dini di wilayah tersebut.
Menariknya, pembangunan sekolah ini sepenuhnya menggunakan dana pribadi. Meski demikian, Edy menegaskan bahwa keterbatasan anggaran tidak menjadi penghalang untuk terus berkontribusi bagi kemajuan pendidikan.
“Walaupun anggarannya dari dana pribadi, semangat untuk pendidikan tetap ada. Anak-anak butuh ruang belajar yang layak, dan itu yang membuat saya terus terpacu,” katanya.
Edy berharap, keberadaan PAUD tersebut dapat menjadi pemicu meningkatnya perhatian semua pihak terhadap pendidikan anak usia dini, khususnya di wilayah Desa Sayoang, Babang, dan sekitarnya.
“Ketika anak-anak senang dan nyaman belajar, itu sudah menjadi kepuasan tersendiri bagi kami,” pungkasnya. (Red/Pandi



















