Sikap keras terhadap dugaan penyelewengan bahan bakar minyak (BBM) subsidi mulai digaungkan di Kabupaten Halmahera Selatan. Setelah Partai Gerindra menyiapkan penghargaan Rp10 juta bagi masyarakat yang melaporkan dugaan penyimpangan BBM subsidi dengan bukti kuat, jajaran Tunas Indonesia Raya (TIDAR) Halsel menyatakan siap turun melakukan pengawasan.
Ketua TIDAR Kabupaten Halmahera Selatan, Rosita Syarif, menegaskan pihaknya tidak akan tinggal diam terhadap setiap dugaan permainan distribusi BBM, khususnya solar subsidi yang merugikan masyarakat.
“BBM subsidi adalah hak masyarakat. Kalau ada pihak yang bermain dan mengambil keuntungan dari kebutuhan rakyat, tentu harus ditindak,” tegas Rosita, Kamis (9/7/2026).
Rosita mengungkapkan, pihaknya telah menerima sejumlah laporan masyarakat terkait dugaan ketimpangan distribusi BBM di beberapa wilayah Halsel. Salah satu titik yang menjadi perhatian berada di Kecamatan Bacan Timur, khususnya Desa Babang.
“Kami sudah menerima laporan dari masyarakat terkait dugaan kecurangan distribusi BBM. Ini tidak boleh dianggap persoalan kecil karena menyangkut kebutuhan dasar masyarakat,” ujarnya.
Menurut Rosita, dugaan penyalahgunaan BBM subsidi dapat berdampak langsung terhadap nelayan, sopir, petani, pelaku usaha kecil, hingga masyarakat umum yang sangat bergantung pada ketersediaan bahan bakar dengan harga terjangkau.
Ia memastikan TIDAR Halsel akan memperkuat pengawasan dengan melibatkan berbagai pihak, termasuk wartawan dan elemen masyarakat, untuk memantau jalur distribusi BBM mulai dari SPBU, pengecer, kendaraan pengangkut, hingga titik-titik yang diduga menjadi tempat penampungan ilegal.
“Kami akan libatkan wartawan dan pihak terkait untuk ikut mengawasi. Ini bukan mencari sensasi, tetapi memastikan BBM berjalan sesuai aturan dan tidak dimainkan oleh oknum yang ingin mengambil keuntungan,” katanya.
Rosita juga meminta masyarakat berani melapor apabila menemukan dugaan penyimpangan dengan membawa bukti yang jelas, seperti foto, video, maupun informasi lapangan yang dapat dipertanggungjawabkan.
“Jangan takut melapor. Kalau ada penyimpangan, kumpulkan bukti dan sampaikan kepada pihak yang berwenang. BBM ini untuk kepentingan masyarakat, bukan untuk menjadi ladang keuntungan segelintir orang,” tegasnya.
Sebelumnya, Ketua DPP Partai Gerindra Bambang Haryadi menyatakan partainya menyiapkan hadiah Rp10 juta bagi masyarakat yang memberikan informasi terkait dugaan penyelewengan BBM subsidi, khususnya jenis solar, dengan bukti yang kuat.
Bambang meminta masyarakat aktif mengawasi distribusi BBM subsidi dan menyerahkan informasi kepada pengurus Gerindra di daerah maupun anggota Fraksi Gerindra di tingkat kabupaten/kota.
Rosita menambahkan, apabila ditemukan dugaan pelanggaran yang memiliki bukti kuat, TIDAR Halsel tidak menutup kemungkinan membawa laporan tersebut hingga ke tingkat pusat agar dapat diproses sesuai aturan hukum yang berlaku.
“Kalau benar ada yang bermain, jangan hanya berhenti di daerah. Kami siap mendorong agar persoalan ini ditindak sampai tuntas,” pungkasnya. (Red)


















