Listrik Dan Air Bersih Gratis Nonstop, Permukiman Baru Kawasi Jadi Simbol Lonjakan Kualitas Hidup Warga

Selasa, 3 Februari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kehidupan masyarakat Desa Kawasi, Pulau Obi, kini mengalami lompatan besar. Perpindahan warga ke Permukiman Baru Desa Kawasi bukan sekadar relokasi, melainkan perubahan nyata yang langsung menyentuh kebutuhan paling mendasar: listrik dan air bersih gratis selama 24 jam tanpa henti.

Fasilitas tersebut menjadi penanda babak baru bagi warga Kawasi setelah bertahun-tahun menghadapi keterbatasan utilitas di pemukiman lama. Infrastruktur yang tertata, distribusi yang stabil, serta pelayanan tanpa biaya telah mengubah wajah kehidupan sosial dan ekonomi masyarakat secara signifikan.

Dampak positif itu dirasakan langsung oleh warga. Yusdin Ode Atia, salah satu warga yang telah menetap di permukiman baru, mengakui adanya geliat ekonomi yang semakin terasa sejak kepindahannya.(03/02/2026)

Baca Juga:  Penyerahan Tersangka Korupsi Dana Desa Tobaru ke Kejari Halsel Masuki Tahap Penuntutan

“Sekarang kampung benar-benar hidup. Pasar sudah ramai sejak pagi, usaha-usaha rumahan mulai tumbuh, warung makan bermunculan. Dulu anak-anak muda harus keluar kampung untuk cari kerja, sekarang peluang itu sudah ada di sini,” ungkap Yusdin.

Ia menilai kehadiran sektor industri di lingkar tambang telah memberikan efek domino yang nyata bagi perekonomian lokal, terutama ketika ditopang oleh infrastruktur dasar yang memadai dan berkelanjutan.

“Infrastruktur yang terjamin 24 jam adalah fondasi utama. Dengan listrik dan air yang stabil, warga bisa berkembang dan hidup lebih sejahtera ke depan,” tegasnya.

Hal senada disampaikan Reinhard Siar, warga Kawasi lainnya yang telah lama menetap di permukiman baru. Menurutnya, kenyamanan yang dirasakan saat ini nyaris mustahil diperoleh di lokasi pemukiman lama.

Baca Juga:  Bupati Halsel Resmikan Puskesmas Indong, Pelayanan Sudah Standar Namun Alkes Masih Terbatas

Ia mengungkapkan bahwa di kawasan lama, persoalan listrik dan air bukan disebabkan keterbatasan kapasitas, melainkan akibat distribusi yang semrawut dan maraknya sambungan ilegal.

“Secara kapasitas, listrik dan air itu cukup, bahkan berlebih untuk warga lokal. Tapi di kampung lama, dugaan pencurian arus oleh oknum pendatang membuat beban mesin pembangkit melonjak. Hal yang sama terjadi pada air bersih akibat sambungan ilegal,” jelas Reinhard.

Kondisi tersebut, lanjutnya, membuat layanan utilitas kerap terganggu dan menurunkan kualitas hidup warga asli.

Sementara itu, Fauzia Totou, warga yang telah dua tahun tinggal di permukiman baru, menegaskan bahwa kepindahannya dilakukan secara sukarela demi masa depan keluarga yang lebih layak.

Baca Juga:  UNSAN Bacan Siap Bertransformasi Jadi Kampus Agromaritim, Fokus Kemandirian Pangan dan Hilirisasi

“Di sini semuanya lancar. Air dan listrik hidup 24 jam dan gratis. Itu sudah sangat membantu dan meningkatkan kualitas hidup kami,” ujarnya.

Fauzia bahkan mengajak sanak saudaranya yang masih bertahan di pemukiman lama untuk segera menyusul. Ia berharap keluarganya bisa menikmati lingkungan yang lebih tertata, sehat, dan manusiawi.

“Lingkungannya rapi, fasilitas lengkap. Lebih baik berkumpul di tempat yang memberi kenyamanan dan masa depan yang lebih baik,” pungkasnya.(Red/Pandi)

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Pangdam XV/Pattimura Fokuskan 100 Hari Kerja pada Stabilitas Keamanan, Pembangunan, Dan Ketahanan Pangan
DPRD Halsel Desak Bupati Copot Kepala BPPBJ, Kasus Dugaan Pengaturan Tender Cathlab Jadi Sorotan
BNI Labuha Diduga Bikin Calengan Di Dalam Bank, Nasabah Pertanyakan Hilangnya Dana Rp400 Juta
Dua Tersangka Tambang Ilegal Desa Anggai Belum Ditahan, PH Desak Kapolda Copot Kapolres Halsel 
Kasus Tambang Ilegal, Dua Tersangka Diduga Berkeliaran Sampai Di Malaysia, 
Resmob Polres Halsel Tangkap Terduga Pelaku Pencurian, Dua Motor Diamankan Dan Kasus Dikembangkan
TIDAR Halsel Ikut Perang Lawan Dugaan Mafia BBM Subsidi, Siapkan Pengawasan Ketat Di Babang
Dituding Tampung Solar Subsidi, Pemilik Gudang Babang Angkat Bicara

Berita Terkait

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 06:35

Pangdam XV/Pattimura Fokuskan 100 Hari Kerja pada Stabilitas Keamanan, Pembangunan, Dan Ketahanan Pangan

Kamis, 16 Juli 2026 - 11:53

DPRD Halsel Desak Bupati Copot Kepala BPPBJ, Kasus Dugaan Pengaturan Tender Cathlab Jadi Sorotan

Senin, 13 Juli 2026 - 06:13

BNI Labuha Diduga Bikin Calengan Di Dalam Bank, Nasabah Pertanyakan Hilangnya Dana Rp400 Juta

Jumat, 10 Juli 2026 - 13:35

Dua Tersangka Tambang Ilegal Desa Anggai Belum Ditahan, PH Desak Kapolda Copot Kapolres Halsel 

Jumat, 10 Juli 2026 - 12:55

Kasus Tambang Ilegal, Dua Tersangka Diduga Berkeliaran Sampai Di Malaysia, 

Berita Terbaru

BacaPost.Com

Penampilan Yang Ditunjukkan SSB Tomara Mengunci Juara Satu

Minggu, 23 Agu 2026 - 13:06

BacaPost.Com

Pemda Halbar Respon Cepat Masalah Sengketa Lahan Di Tosoa

Minggu, 23 Agu 2026 - 05:47

BacaPost.Com

Polres Halsel Gelar Upacara Peringatan Hari Juang Polri

Jumat, 21 Agu 2026 - 13:36