Dugaan kejanggalan terkait hilangnya dana nasabah senilai Rp400 juta di Bank BNI Cabang Labuha, Kabupaten Halmahera Selatan, Maluku Utara, memicu sorotan publik. Nasabah bernama Yeni Tjia (60) mengaku uang miliknya diduga raib dari rekening pada Senin (13/04/2026) sekitar pukul 12.00 WIT.
Persoalan tersebut mencuat setelah Yeni mendatangi Kantor BNI Cabang Labuha untuk meminta penjelasan terkait transaksi yang menyebabkan saldo rekeningnya berkurang dalam jumlah besar.
Yeni mempertanyakan bagaimana proses transaksi tersebut bisa terjadi dan meminta pihak bank memberikan keterbukaan informasi, termasuk memperlihatkan rekaman kamera pengawas (CCTV) yang mengarah ke area teller pada waktu yang diduga berkaitan dengan transaksi tersebut.
Namun, menurut pengakuan Yeni, permintaan untuk melihat rekaman CCTV tersebut belum dipenuhi oleh pihak bank. Kondisi itu membuat situasi antara nasabah dan petugas bank sempat memanas.
Dugaan hilangnya dana dalam jumlah besar tersebut kemudian memunculkan pertanyaan di tengah masyarakat terkait sistem keamanan dan pengawasan transaksi di lingkungan perbankan.
Sejumlah warga mulai mempertanyakan transparansi pihak Bank BNI Cabang Labuha dan meminta agar persoalan ini segera diungkap secara terbuka.
Pantauan di lokasi, aktivitas pelayanan Bank BNI Cabang Labuha sempat terganggu. Pelayanan teller dilaporkan tidak berjalan normal sehingga membuat sejumlah nasabah kebingungan.
Keresahan pun mulai dirasakan masyarakat. Sebagian warga mengaku khawatir dan kehilangan kepercayaan untuk menyimpan uang di bank apabila persoalan dugaan hilangnya dana nasabah tersebut tidak segera mendapat kejelasan.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak Bank BNI Cabang Labuha belum memberikan keterangan resmi terkait kronologi kejadian, dugaan transaksi yang menyebabkan berkurangnya dana nasabah, maupun langkah penyelesaian yang dilakukan.
Masyarakat kini menunggu penjelasan resmi dari pihak bank serta berharap adanya pemeriksaan transparan untuk mengungkap fakta sebenarnya dalam kasus dugaan hilangnya dana Rp400 juta tersebut. (Red/Pandi)



















