Pengurus Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel) periode 2025–2027 resmi dilantik pada,(06/03/2026).
Kepengurusan yang dipimpin Ketua Samsudin Chalil dan Sekretaris Sadam Hadi tersebut dilantik langsung oleh Ketua PWI Provinsi Maluku Utara, Asri Fabanyo, di Aula Kantor Bupati Halmahera Selatan.
Pelantikan ini turut dihadiri Bupati Halmahera Selatan Hasan Ali Bassam Kasuba, pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), unsur Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), organisasi kepemudaan (OKP), organisasi kemasyarakatan (Ormas), lembaga swadaya masyarakat (LSM), pihak swasta, perusahaan, serta berbagai organisasi wartawan dan stakeholder di Halmahera Selatan.
Dalam sambutannya, Ketua PWI Halsel Samsudin Chalil menyoroti maraknya praktik pers abal-abal atau wartawan gadungan yang dinilai merusak integritas jurnalistik. Menurutnya, oknum tersebut kerap melakukan pemerasan, menyebarkan hoaks, serta melanggar Kode Etik Jurnalistik (KEJ).
Ia mengimbau seluruh pihak agar tidak melayani oknum yang terindikasi melakukan praktik tersebut dan segera melaporkannya kepada pihak berwenang, sebagaimana imbauan Dewan Pers.
“Saat ini kita harus menjaga citra pers sejati dengan menjalankan profesi secara profesional dan berintegritas. Pers abal-abal hanya menyajikan informasi yang bias dan sensasional sehingga merugikan publik,” ujarnya.
Pada kesempatan yang sama, Samsudin juga menyinggung sosok Princes Van Kasiruta atau yang lebih dikenal sebagai Boki Fatima, tokoh pers di Halmahera Selatan yang disebut memiliki peran dalam perjuangan kemerdekaan.
Menurutnya, kontribusi Boki Fatima hingga kini belum mendapatkan pengakuan yang layak, bahkan belum ada simbol penghargaan atas jasa-jasanya.
“Berdasarkan diskusi yang kami lakukan menjelang pelantikan, Boki Fatima merupakan salah satu tokoh pers yang turut berjuang pada masa kemerdekaan. Karena itu, kami ingin menyampaikan dua usulan kepada Pemerintah Daerah Halmahera Selatan,” jelasnya.
Usulan pertama adalah pembangunan gedung Information Center yang akan diberi nama Gedung Boki Fatima. Gedung tersebut direncanakan menjadi pusat aktivitas bagi jurnalis, budayawan, serta organisasi yang bergerak di bidang budaya dan adat di Halmahera Selatan.
Usulan kedua adalah mendorong koordinasi lintas sektor antara pemerintah daerah, tokoh sejarah, pihak kesultanan, insan pers, serta berbagai stakeholder terkait untuk mengusulkan Boki Fatima sebagai Pahlawan Nasional.
Di akhir sambutannya, Samsudin menegaskan komitmen PWI Halmahera Selatan untuk bersinergi dengan pemerintah daerah dalam mengawal program pembangunan. Ia menegaskan bahwa PWI akan tetap menjunjung tinggi profesionalitas pers dengan menyampaikan informasi positif serta memberikan kritik secara konstruktif terhadap program yang dinilai tidak sesuai dengan regulasi.
“Kami juga berharap dapat bersama-sama mendukung program Agromatim yang digagas oleh Bupati dan Wakil Bupati agar berjalan dengan baik dan berkelanjutan demi kemajuan pembangunan di Halmahera Selatan,” pungkasnya.(Red/Pandi)



















