Duka menyelimuti keluarga asal Desa Tuguis, Kecamatan Ibu Utara, Kabupaten Halmahera Barat, setelah bayi yang baru saja dilahirkan di RSUD Jailolo meninggal dunia pada Rabu (16/7/2026).
Peristiwa naas tersebut menjadi ujian pertama bagi Direktur RSUD Jailolo, Sefnat Radjabaikole, yang baru menjabat sekitar dua pekan.
Menanggapi kejadian tersebut, Sefnat yang ditemui usai Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Pansus BLUD DPRD menyampaikan permohonan maaf kepada keluarga pasien.
“Kami menyampaikan permohonan maaf apabila terdapat kekeliruan maupun kekurangan dalam penanganan,” ujarnya.
Sefnat menjelaskan, sebagai pimpinan rumah sakit dirinya selalu mengingatkan seluruh tenaga kesehatan agar bekerja sesuai tugas pokok dan fungsi (tupoksi) serta standar operasional prosedur (SOP) yang berlaku.
“Sebagai pimpinan tentu saya mengharapkan pelayanan yang terbaik. Saya selalu mengingatkan bahwa setiap petugas harus menjalankan tugas sesuai tupoksi maupun SOP,” jelas Sefnat.
Terkait insiden tersebut, Sefnat menerangkan bahwa bayi yang meninggal merupakan bayi prematur.
“Berdasarkan penjelasan dokter spesialis, proses persalinan berlangsung sangat cepat sehingga bayi lahir sebelum tim medis memiliki waktu yang cukup untuk melakukan persiapan penanganan secara optimal,” terangnya.
Menurutnya, kondisi tersebut berada di luar kendali rumah sakit karena proses kelahiran terjadi begitu cepat, sehingga penanganan maksimal tidak dapat dilakukan sejak awal.
Meski demikian, Sefnat mengatakan, keluarga pasien telah menerima penjelasan yang diberikan oleh pihak rumah sakit mengenai kronologi kejadian tersebut.
“Sebagai bentuk tanggung jawab, rumah sakit juga memberikan santunan duka kepada keluarga, meskipun nilainya tidak besar,” katanya.
Peristiwa itu, sambung Sefnat, itu terjadi pada pagi hari, ia mengaku tidak mengetahui secara pasti waktu kejadian karena saat itu sedang berada di ruang kerjanya.
Di akhir penyampainnya, Sefnat akan melakukan evaluasi lanjutan yang melibatkan seluruh dokter, khususnya dokter anak dan dokter spesialis, guna mengidentifikasi penyebab kejadian sekaligus memperbaiki sistem pelayanan agar peristiwa serupa tidak terulang.
“Tadi setelah kejadian tersebut, sekitar pukul 08.00 WIT, manajemen RSUD Jailolo langsung menggelar evaluasi awal terhadap insiden tersebut,” pungkasnya. (Red/Agus)



















