Bobong – BacaPost.Com, Kondisi Jembatan Fangahu di Desa Bobong, Kecamatan Taliabu Barat, Kabupaten Pulau Taliabu, Maluku Utara, hingga kini masih memprihatinkan. Sudah dua tahun sejak ambruk pada 2023, jembatan yang menjadi akses utama warga itu belum juga mendapat perbaikan nyata.
Jembatan tersebut ambruk setelah dihantam derasnya arus sungai akibat curah hujan tinggi. Akibatnya, kendaraan roda dua maupun roda empat harus bergantian melewati satu jalur sempit yang rawan kecelakaan, terutama saat malam hari karena minim penerangan.
Kondisi ini bahkan telah menyebabkan beberapa pengendara sepeda motor mengalami luka-luka setelah terjatuh di lubang jembatan.
Pantauan media di lokasi menunjukkan, spanduk bertuliskan “Hati-hati, Ada Pekerjaan Jembatan” sempat terpasang beberapa bulan lalu. Namun hingga kini, tidak ada tanda-tanda kegiatan perbaikan yang dilakukan oleh pihak terkait.
“Iya, beberapa bulan lalu saya lihat ada spanduk informasi, tapi sampai sekarang belum ada yang bekerja,” ujar Irfan, warga yang rutin melintas di jalur tersebut, Senin (13/10/2025).
Ia menambahkan, warga sudah mulai lelah menunggu janji perbaikan. “Kami lewat sini setiap hari, tapi kondisinya tetap begini. Belum ada perubahan sama sekali,” ungkapnya.
Masyarakat berharap pemerintah daerah segera mengambil tindakan nyata untuk memperbaiki jembatan tersebut. Pasalnya, Jembatan Fangahu merupakan akses vital bagi aktivitas ekonomi dan mobilitas warga di Kecamatan Taliabu Barat.



















