Kapal Intim Mogok di Laut, Praktisi Hukum Nilai Keselamatan Warga Halsel Diabaikan

Senin, 23 Februari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Insiden mati mesin kapal penumpang rute Obi, Bacan, Ternate kembali membuka borok pengawasan pelayaran di Kabupaten Halmahera Selatan. Kapal bernama Intim yang diduga telah berusia tua dan tidak lagi memenuhi standar kelayakan justru masih diizinkan beroperasi, mempertaruhkan keselamatan masyarakat kepulauan yang menggantungkan hidup pada transportasi laut.

Praktisi hukum asal Obi, Cristovan Loloh, S.H, menilai insiden tersebut bukan sekadar gangguan teknis, melainkan cerminan nyata kelalaian sistemik dalam pengawasan keselamatan pelayaran. Menurutnya, warga Kepulauan Obi kembali menjadi korban dari pembiaran yang terus berulang.

“Kalau kapal sudah tua dan tidak sesuai spesifikasi, kenapa masih dibiarkan berlayar? Jangan tunggu korban jiwa baru semua berpura-pura sibuk,” tegas Cristovan.(23/02/2026)

Baca Juga:  PWI Malut Kecam Pencabutan Laporan Bos Malut United, Sebut Ancaman Serius bagi Kebebasan Pers

Ia secara terbuka mempertanyakan kinerja Kesatuan Penjagaan Laut dan Pantai (KPLP) dan Dinas Perhubungan Kabupaten Halmahera Selatan. Cristovan menduga uji kelayakan dan inspeksi rutin kapal penumpang hanya dijalankan sebatas formalitas administratif tanpa pengawasan substantif di lapangan.

Sebagai Ketua LBH Jaringan Advokat Halmahera Selatan (LBH-JAVHA), Cristovan mendesak evaluasi total terhadap seluruh kapal yang melayani rute Obi, Bacan, Ternate, termasuk pemilik kapal dan instansi pengawas. Ia memastikan akan menyurati DPRD Kabupaten Halmahera Selatan untuk meminta pemanggilan resmi seluruh pihak terkait.

“Kita harus buka secara terang-benderang kapal mana yang layak dan mana yang tidak. Jangan jadikan masyarakat Obi kelinci percobaan di laut,” ujarnya.

Baca Juga:  CFD Bekasi 29 Maret 2026 Ditiadakan, Pemkot Prioritaskan Arus Balik Lebaran

Cristovan menegaskan bahwa kapal-kapal rute Kepulauan Obi, Ternate berada di bawah pengawasan Dinas Perhubungan Halmahera Selatan. Karena itu, ia secara tegas meminta Bupati Halmahera Selatan mencopot Kepala Dinas Perhubungan sebagai bentuk tanggung jawab atas lemahnya pengawasan yang dinilai telah membahayakan nyawa publik.

“Kalau pengawasan berjalan, kapal tak layak tidak akan beroperasi. Ini bukan kelalaian kecil, ini menyangkut keselamatan manusia,” tegasnya.

Ia juga menekankan pentingnya penegakan Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2008 tentang Pelayaran yang secara tegas mewajibkan aspek keselamatan dan kelayakan kapal sebelum diizinkan berlayar. Menurutnya, sanksi administratif hingga penghentian operasi harus diberlakukan tanpa kompromi terhadap kapal yang melanggar.

Sebagai putra daerah, Cristovan mengaku prihatin melihat transportasi laut urat nadi masyarakat kepulauan justru dikelola dengan pengawasan yang lemah dan abai terhadap risiko.

Baca Juga:  Sungai Akelamo Pasok Kebutuhan Air Bersih Di Permukiman Baru Desa Kawasi

“Kami hidup dari dan dengan laut. Tapi jangan jadikan laut sebagai tempat mempertaruhkan nyawa karena kelalaian pejabat,” tandasnya.

Ia juga mendesak agar hasil inspeksi seluruh kapal rute Obi, Ternate diumumkan secara terbuka kepada publik sebagai bentuk transparansi dan akuntabilitas.

Insiden kapal Intim kini menjadi simbol kegelisahan masyarakat Kepulauan Obi. Pertanyaannya kian tajam: sampai kapan keselamatan warga Halmahera Selatan terus dipertaruhkan di atas kapal-kapal yang kelayakannya diragukan? (Red/Pandi))

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Pemda Halbar Respon Cepat Masalah Sengketa Lahan Di Tosoa
Kebakaran Hanguskan Rumah Warga Di Desa Loleojaya, Pemdes Salurkan Bantuan
Rumah Din dan Sarni Di Loleojaya Ludes Terbakar, Harta Benda dan Dokumen Penting Ikut Musnah
Polres Halsel Gelar Upacara Peringatan Hari Juang Polri
Di Tengah Isu Referendum Maluku Utara, Boki Nita Serukan Persatuan Dan Pelestarian Adat
Bupati Bassam Kasuba Buka Festival Sepak Bola Anak Merdeka Di Stadion GBK Halsel 
Kadis Mangkir Di Saat RDP, Komisi III DPRD Halsel Usir Perwakilan Dinas Pariwisata
Excavator PT Intim Kara Melintas Di Jalan Umum, Warga Soroti Keselamatan Dan Potensi Kerusakan Jalan

Berita Terkait

Minggu, 23 Agustus 2026 - 05:47

Pemda Halbar Respon Cepat Masalah Sengketa Lahan Di Tosoa

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 12:11

Kebakaran Hanguskan Rumah Warga Di Desa Loleojaya, Pemdes Salurkan Bantuan

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 11:55

Rumah Din dan Sarni Di Loleojaya Ludes Terbakar, Harta Benda dan Dokumen Penting Ikut Musnah

Jumat, 21 Agustus 2026 - 13:36

Polres Halsel Gelar Upacara Peringatan Hari Juang Polri

Jumat, 21 Agustus 2026 - 10:11

Di Tengah Isu Referendum Maluku Utara, Boki Nita Serukan Persatuan Dan Pelestarian Adat

Berita Terbaru

BacaPost.Com

Pemda Halbar Respon Cepat Masalah Sengketa Lahan Di Tosoa

Minggu, 23 Agu 2026 - 05:47

BacaPost.Com

Polres Halsel Gelar Upacara Peringatan Hari Juang Polri

Jumat, 21 Agu 2026 - 13:36