Warga Desa Akedabo semakin geram setelah aliran listrik di wilayah mereka padam selama empat hari berturut-turut tanpa pemberitahuan maupun kejelasan dari pihak PLN. Kondisi ini dinilai sangat merugikan dan mengganggu berbagai aktivitas penting masyarakat.
“Kami sudah empat hari hidup tanpa listrik. Tidak ada informasi sama sekali soal hambatan atau alasan pemadaman. Ini sangat mengganggu, apalagi saat ada acara adat, situasi kedukaan, maupun kegiatan penting lainnya yang membutuhkan listrik,” keluh salah satu perwakilan warga Desa Akedabo.
Nada tegas juga disampaikan warga lainnya yang menilai pelayanan PLN tidak responsif terhadap keluhan masyarakat. Mereka memperingatkan akan mengambil langkah langsung jika kondisi ini terus dibiarkan.
“Ini harus menjadi perhatian serius. Kami berharap keluhan ini segera diatasi. Jika tidak, bukan tidak mungkin kami akan mendatangi kantor PLN untuk menyampaikan protes terkait buruknya pelayanan ini,” tegas salah satu warga.
Keluhan warga tersebut dibenarkan oleh Kepala Desa Akedabo, Fiktor Toara. Ia mengaku telah berupaya menghubungi pihak PLN melalui pesan WhatsApp untuk meminta penjelasan terkait pemadaman, namun hingga kini belum mendapatkan tanggapan.
“Kami sudah mencoba konfirmasi untuk memastikan penyebab listrik tidak menyala. Kalau memang ada gangguan jaringan, setidaknya harus ada pemberitahuan resmi kepada masyarakat,” ujar Fiktor.
Ia menegaskan, minimnya informasi dari PLN membuat pemerintah desa berada dalam posisi sulit karena terus didesak warga yang membutuhkan kepastian.
“Sampai sekarang masyarakat terus bertanya kepada saya. Kami juga kesulitan karena tidak ada informasi yang bisa disampaikan,” tambahnya.
Warga Desa Akedabo mendesak Pihak PLN segera memberikan klarifikasi terbuka dan langkah konkret untuk memulihkan aliran listrik. Jika tidak ada respons dalam waktu dekat, masyarakat menyatakan siap mengambil tindakan langsung sebagai bentuk protes atas pelayanan yang dinilai tidak bertanggung jawab.(Red/Pandi)



















