Labuha – BacaPost.Com, Ketua Barisan Cinta Lingkungan (BCL), Hj. Salma Samad, menyoroti pengelolaan sampah di salah satu lokasi kegiatan UMKM di Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel) yang dinilai belum berjalan sesuai peruntukannya. Meski fasilitas tempat sampah terpilah telah disediakan, praktik di lapangan masih menunjukkan berbagai persoalan.
Berdasarkan pantauan di lokasi, terlihat tiga unit tempat sampah dengan label Anorganik, B3, dan Organik. Namun, sejumlah sampah seperti kardus, plastik, dan limbah lainnya justru ditemukan menumpuk di luar bak sampah atau dibuang tidak sesuai dengan kategori yang telah ditentukan.
Hj. Salma Samad menilai kondisi tersebut mencerminkan masih rendahnya pemahaman dan kepedulian sebagian masyarakat terhadap sistem pemilahan sampah. Menurutnya, penyediaan fasilitas semata tidak akan efektif tanpa dibarengi edukasi dan pengawasan yang berkelanjutan.
“Tempat sampah yang disediakan seharusnya disesuaikan dengan kebutuhan, minimal ukurannya diperbesar agar tidak terjadi penumpukan di luar. Selain itu, penulisan kategori tempat sampah perlu menggunakan bahasa yang lebih mudah dipahami masyarakat Halmahera Selatan, karena saat ini masih banyak yang bingung atau bahkan tidak peduli membuang sampah sesuai jenisnya. Ini menjadi catatan penting bagi kita semua,” ujarnya.
Ia juga mengungkapkan bahwa dirinya turun langsung ke lokasi kegiatan dan bahkan membawa tempat sampah berukuran lebih besar sebagai bentuk kepedulian terhadap persoalan tersebut.
“Saya tadi hadir langsung di kegiatan dan membawa tempat sampah sendiri yang ukurannya lebih besar. Memang masih terlihat kebingungan masyarakat soal membuang sampah di mana. Hal ini perlu menjadi perhatian pihak terkait agar penataan ke depan bisa lebih baik,” tambahnya.
Lebih lanjut, Ketua BCL menegaskan pentingnya edukasi lingkungan yang dilakukan secara terus-menerus guna meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap kebersihan. Menurutnya, langkah sederhana seperti penyediaan tempat sampah yang memadai dan ajakan memilah sampah dapat menjadi awal perubahan dalam pengelolaan sampah sehari-hari.
Ia pun mengajak para pengunjung dan pelaku UMKM untuk bersama-sama menjaga kebersihan lingkungan sebagai bentuk tanggung jawab bersama, demi menciptakan kawasan UMKM yang bersih, sehat, dan nyaman. (Pandi/Red)




















