Polemik terkait dugaan proyek jalan di Desa Loleo Jaya, Kecamatan Kasiruta Timur (Kastim), dibantah oleh Hi. Sidik La Sole alias Hi. Nyong La Sole.
Hi. Nyong yang namanya sempat dikaitkan dengan mobilisasi alat berat dan material jalan jenis lapen di desa tersebut menegaskan bahwa informasi yang beredar tidak benar. Ia menjelaskan, material yang dikirim bukan untuk proyek jalan, melainkan untuk pembangunan pagar Masjid Desa Loleo Jaya.
“Pemberitaan menyebutkan ada mobilisasi alat berat, padahal tidak ada alat berat. Yang ada hanya material kerikil untuk pembangunan pagar masjid,” ujarnya kepada wartawan, (17/4/2026).
Untuk meluruskan polemik tersebut, Hi. Nyong memaparkan kronologi pengiriman material. Ia mengaku beberapa waktu lalu mengunjungi Desa Loleo Jaya dan bertemu dengan anggota DPRD, Irawan Adam. Dalam pertemuan itu, ia diminta mengerjakan proyek pagar masjid yang merupakan pokok pikiran (pokir) Irawan dan melekat di Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Disperkim) dengan nilai sekitar Rp300 juta.
Setelah itu, Hi. Nyong mendatangi Disperkim untuk memastikan proyek tersebut dan diketahui bahwa perencanaannya telah disiapkan. Ia kemudian mencari informasi terkait jadwal kapal ferry untuk pengangkutan material.
Namun, pihak kapal menyampaikan bahwa pada bulan Juni kapal akan menjalani docking sehingga tidak beroperasi. Atas dasar itu, ia berinisiatif lebih awal mengangkut material kerikil sebanyak 27 kubik ke Desa Loleo Jaya.
“Di Desa Loleo Jaya tidak tersedia material kerikil. Sementara pekerjaan pagar masjid direncanakan mulai Juni, bersamaan dengan kapal ferry yang akan docking. Kalau material tidak dikirim sekarang, nanti akan kesulitan mobilisasi dan harus menyewa kapal dengan biaya besar,” jelasnya.
Hi. Nyong juga membantah pernyataan Camat Kasiruta Timur yang mengaku pernah bertemu dengannya dan menerima informasi bahwa proyek jalan di desa tersebut dimenangkan oleh perusahaannya.
“Saya sudah menghubungi camat dan menanyakan kapan saya menyampaikan hal itu serta kapan kami bertemu. Saya juga meminta camat datang ke Labuha untuk klarifikasi ke Kadis PU, tetapi sampai sekarang belum dilakukan,” tegasnya.
Ia menambahkan, selama ini dirinya tidak pernah berkomunikasi dengan pihak manapun terkait proyek jalan di Desa Loleo Jaya. Menurutnya, seluruh aktivitas yang dilakukan murni untuk mendukung pembangunan pagar masjid.
“Jadi saya tegaskan, mobilisasi material kerikil bukan untuk proyek jalan, melainkan untuk pembangunan pagar masjid. Pemberitaan yang beredar beberapa hari terakhir tidak benar,” pungkasnya.(Red/Pandi)



















