HMI Cabang Bacan Ultimatum Pemda Dan Kejaksaan: Bentuk Satgas BBM Sebelum Rakyat Jadi Korban

Kamis, 11 Juni 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Bacan secara tegas menyatakan penolakan terhadap kebijakan kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM). Organisasi mahasiswa tersebut menilai kebijakan itu berpotensi memperberat beban ekonomi masyarakat, terutama di wilayah kepulauan seperti Kabupaten Halmahera Selatan yang sangat bergantung pada distribusi BBM.

Ketua Umum HMI Cabang Bacan, M Said Mubin, mengatakan pihaknya memahami adanya pengaruh dinamika harga minyak dunia dan fluktuasi nilai tukar rupiah terhadap kebijakan energi nasional. Namun, menurutnya, kenaikan harga BBM bukanlah solusi yang tepat karena dampaknya akan langsung dirasakan masyarakat.

“Bagi masyarakat kepulauan seperti Bacan, BBM bukan sekadar kebutuhan kendaraan. BBM adalah urat nadi transportasi laut, aktivitas nelayan, hingga distribusi kebutuhan pokok. Ketika harga BBM naik, maka harga beras, sayuran, obat-obatan, dan kebutuhan lainnya juga akan ikut melonjak,” tegas Said. (11/06/2026)

Baca Juga:  Satpol PP Maluku Utara Tugaskan Sekretaris Monitoring dan Pendataan LINMAS di Halmahera Selatan

HMI Cabang Bacan menilai pemerintah harus mencari solusi lain yang tidak membebani rakyat, seperti meningkatkan efisiensi biaya operasional BUMN, memperketat pengawasan subsidi agar tepat sasaran, serta mempercepat pengembangan energi alternatif dan terbarukan di daerah.

Selain menolak kenaikan harga BBM, HMI juga mendesak Pemerintah Kabupaten Halmahera Selatan segera membentuk Satuan Tugas (Satgas) Pengawasan BBM di setiap SPBU. Langkah tersebut dinilai penting untuk mengantisipasi potensi penyimpangan distribusi serta memastikan ketersediaan BBM bagi masyarakat.

“Kami meminta pemerintah daerah tidak menutup mata terhadap persoalan distribusi BBM. Pengawasan harus diperketat agar tidak ada oknum yang memanfaatkan situasi untuk mencari keuntungan pribadi di tengah kesulitan masyarakat,” ujarnya.

Baca Juga:  Rustam Fabanyo Siagakan Excavator, Warga Tiga Desa Di Jailolo Bersihkan Mata Air Sofinga

HMI turut menyoroti praktik penjualan BBM subsidi jenis Pertalite maupun BBM non-subsidi jenis Pertamax kepada pengecer dalam jumlah besar. Praktik tersebut dinilai berpotensi menimbulkan kelangkaan, penyalahgunaan distribusi, dan ketidakadilan bagi masyarakat yang berhak memperoleh BBM sesuai ketentuan.

Tak hanya itu, HMI Cabang Bacan juga mendesak Kejaksaan untuk menindaklanjuti instruksi dan surat perintah dari Kejaksaan Agung terkait pengawasan distribusi serta harga BBM di daerah.

Menurut HMI, jajaran intelijen Kejaksaan harus lebih proaktif melakukan pemantauan terhadap potensi penyimpangan distribusi BBM dan memastikan pengawasan tidak berhenti pada aspek administratif semata.

“Jangan sampai pengawasan hanya menjadi formalitas. Kejaksaan harus hadir dengan langkah nyata, transparan, dan terukur agar stabilitas harga serta ketersediaan BBM tetap terjaga dan masyarakat tidak menjadi korban,” tegas Said.

Baca Juga:  Kadis Disnaker Daud Djubedi: Realisasi IMTA Halsel Lampaui Target, 2026 Ditarget Rp55 Miliar

HMI Cabang Bacan menegaskan akan terus mengawal kebijakan energi yang berdampak langsung terhadap kehidupan masyarakat serta mendorong pengawasan ketat terhadap distribusi BBM di seluruh wilayah Halmahera Selatan guna mencegah praktik-praktik yang merugikan rakyat. (Red/Pandi)

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Warga Minta Bupati Halsel Dan Kadis DPMD Berkantor Di Kantor Desa Laigoma
Tak Perlu Lagi Berobat Jauh, Kehadiran Pustu Soligi dan Kawasi Dekatkan Akses Medis Warga Obi 
Diduga Tak Mampu Selesaikan Polemik, Iksan Kaleserang Pilih Laporkan Tiga Wartawan Anggota PWI
Sekdes Kusubibi Diduga Terseret Kasus TPPU, Polres dan Kejari Halsel Diminta Turun Tangan
Pemda Halsel Alokasikan Bansos Untuk Masyarakat Kurang Mampu Dan Biaya Akhir Studi Mahasiswa 
Kepala Desa Laigoma Samsul Marwa Diduga Jarang Berkantor, Warga Palang Kantor Desa
Kapolda Malut Batal Kunker ke Halsel, Ini Alasannya 
Polsek Jailolo Selatan Kawal Aksi Warga Tolak Pemberhentian Kades Sidangoli Dehe
Tag :

Berita Terkait

Kamis, 8 Oktober 2026 - 13:56

Warga Minta Bupati Halsel Dan Kadis DPMD Berkantor Di Kantor Desa Laigoma

Kamis, 8 Oktober 2026 - 07:53

Tak Perlu Lagi Berobat Jauh, Kehadiran Pustu Soligi dan Kawasi Dekatkan Akses Medis Warga Obi 

Rabu, 7 Oktober 2026 - 16:20

Diduga Tak Mampu Selesaikan Polemik, Iksan Kaleserang Pilih Laporkan Tiga Wartawan Anggota PWI

Rabu, 7 Oktober 2026 - 10:16

Sekdes Kusubibi Diduga Terseret Kasus TPPU, Polres dan Kejari Halsel Diminta Turun Tangan

Rabu, 7 Oktober 2026 - 07:19

Pemda Halsel Alokasikan Bansos Untuk Masyarakat Kurang Mampu Dan Biaya Akhir Studi Mahasiswa 

Berita Terbaru