Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Bacan melontarkan kritik keras terhadap buruknya tata kelola distribusi BBM subsidi jenis Pertalite di SPBU Labuha. Organisasi mahasiswa itu menilai lemahnya pengawasan telah membuka ruang bagi praktik pelangsiran yang menyebabkan masyarakat kecil kesulitan mendapatkan BBM.
Kabid SDA-LH HMI Cabang Bacan, Afrisal Kasim, menegaskan bahwa kondisi antrean panjang yang terus terjadi bukan lagi persoalan biasa, melainkan indikasi adanya pembiaran terhadap praktik distribusi yang diduga tidak tepat sasaran.
Menurutnya, Pertalite yang seharusnya diperuntukkan bagi masyarakat ekonomi menengah ke bawah, pelaku UMKM, dan angkutan umum justru habis dalam waktu singkat akibat dugaan permainan para pelangsir.
“Kami melihat ada kendaraan yang diduga melakukan pengisian berulang kali dan bebas melangsir tanpa pengawasan ketat. Ini bentuk kelalaian serius yang merugikan masyarakat kecil di Halmahera Selatan,” tegas Afrisal.(10/06/2026)
HMI menilai pihak SPBU Labuha gagal menjalankan fungsi kontrol dalam pelayanan BBM subsidi. Karena itu, mereka melayangkan tiga tuntutan tegas kepada pengelola SPBU dan pihak terkait.
Pertama, HMI mendesak petugas SPBU agar memperketat pengawasan dan menolak pengisian menggunakan jeriken tanpa izin resmi maupun kendaraan bertangki modifikasi.
Kedua, HMI meminta adanya transparansi kuota harian Pertalite yang masuk ke SPBU Labuha agar masyarakat dapat ikut mengawasi proses distribusi BBM subsidi.
Ketiga, HMI mendesak Pertamina dan aparat penegak hukum memberikan sanksi tegas terhadap oknum petugas SPBU yang terbukti bermain mata dengan para pelangsir.
Afrisal menegaskan, jika persoalan ini terus dibiarkan tanpa tindakan nyata, HMI Cabang Bacan siap menggalang kekuatan massa dan turun melakukan aksi demonstrasi besar-besaran.
“BBM subsidi adalah hak rakyat, bukan ladang bisnis segelintir orang. Jika SPBU Labuha tetap tutup mata terhadap dugaan praktik mafia Pertalite, maka HMI bersama masyarakat akan turun ke jalan menuntut keadilan,” pungkasnya.(Red/Pandi)



















