OBI – BacaPost.Com, Produktivitas padi petani di Pulau Obi, Kabupaten Halmahera Selatan, mengalami peningkatan signifikan hingga hampir 70 persen. Dari sebelumnya sekitar 3 ton per hektare, hasil panen kini naik menjadi 5 ton per hektare.
Peningkatan tersebut terlihat dalam panen raya yang dilaksanakan Kelompok Tani Akem Riri dan Batu Putih di Desa Buton. Bagi petani setempat, capaian ini menjadi angin segar setelah bertahun-tahun menghadapi berbagai tantangan alam yang kerap membatasi hasil produksi.
Salah satu petani, La Alimin La Jumani, mengungkapkan bahwa bertani padi di wilayah tersebut bukan perkara mudah. Ancaman hama keong yang menghabiskan bibit baru, serangan hama bawah tanah yang merusak akar tanaman, hingga risiko banjir musiman, sering kali menyebabkan gagal panen.(27/01/2026)
“Banyak tantangannya, mulai dari keong sampai tanaman yang dimakan dari dalam tanah hingga mati semua. Belum lagi kalau banjir datang,” ujar La Alimin.
Namun, kondisi tersebut perlahan mulai teratasi melalui perbaikan manajemen lahan serta pendampingan pertanian yang dilakukan secara berkelanjutan. Pendampingan tersebut tidak hanya berupa bantuan alat, tetapi juga pembelajaran dari hulu ke hilir, mulai dari pengolahan lahan, pola tanam, hingga perawatan tanaman.
Tokoh petani Desa Buton, Anwar La Jumani, menyebutkan bahwa kehadiran pendamping lapangan memberikan dampak nyata terhadap peningkatan pengetahuan dan semangat petani. Menurutnya, petani kini lebih memahami kesiapan lahan, metode tanam yang lebih presisi, serta penggunaan pupuk dan jadwal pemupukan yang lebih disiplin.
“Kami diajarkan dari nol, mulai dari cara mengolah lahan sampai perawatan tanaman secara menyeluruh. Pendampingan ini membuat kami lebih percaya diri dan hasilnya bisa kami rasakan langsung,” kata Anwar.
Selain peningkatan hasil panen, para petani juga mulai memberi perhatian pada aspek pascapanen. Dengan produksi yang lebih baik, muncul harapan agar hasil panen dapat terserap secara optimal, termasuk untuk memenuhi kebutuhan konsumsi di sekitar wilayah operasional perusahaan.
Ke depan, para petani berharap pendampingan pertanian dapat terus berlanjut dengan pengenalan metode dan inovasi baru, sehingga produktivitas yang telah dicapai saat ini masih dapat ditingkatkan pada musim tanam berikutnya.
“Kami ingin terus belajar dan berkembang bersama. Harapannya, ke depan hasil panen bisa lebih baik lagi dan kerja sama ini terus diperkuat agar petani lokal bisa tumbuh secara kolektif,” tutup Anwar.



















