Gempa 7,6 SR Putus Akses Utama, Jembatan Desa Bokimiake Ambruk

Kamis, 2 April 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Warga Desa Bokimiake, Kecamatan Kayoa Barat, Kabupaten Halmahera Selatan, dilanda kecemasan setelah jembatan penghubung utama di desa tersebut ambruk akibat gempa bumi berkekuatan 7,6 magnitudo, Kamis (2/4/2026).

Jembatan yang selama ini menjadi akses vital menuju permukiman dan fasilitas pendidikan, khususnya SMP setempat, kini tidak lagi dapat dilalui secara normal. Akibatnya, aktivitas masyarakat dan para siswa terganggu drastis.

Informasi yang dihimpun dari aparat desa, Kaur Bokimiake, Hafel Basara, menyebutkan bahwa jembatan tersebut merupakan satu-satunya jalur penghubung yang digunakan setiap hari oleh warga dan pelajar.

“Ini akses utama ke permukiman dan sekolah. Sekarang sudah putus total,” ungkap Hafel.

Kondisi ini memaksa warga dan siswa mengambil risiko besar dengan mencari jalur alternatif untuk menyeberang. Bahkan, sebagian warga harus “batobo” atau bergotong royong melintasi jalur yang tidak aman demi tetap menjalankan aktivitas sehari-hari.

Baca Juga:  Harapan Anak Pulau Obi: Program Soligi Zero Stunting Tuai Dampak Nyata

Situasi tersebut menimbulkan kekhawatiran serius, terutama bagi keselamatan para pelajar yang setiap hari harus menempuh perjalanan ke sekolah di tengah keterbatasan akses.

Warga pun berharap Pemerintah Kabupaten Halmahera Selatan segera turun tangan menangani kondisi darurat ini.

“Kami harap ada perhatian dari pemda. Jangan tunggu ada korban baru ditindak,” tegas Hafel.

Hingga saat ini, belum terlihat adanya upaya perbaikan maupun penanganan darurat di lokasi jembatan yang ambruk. Masyarakat mendesak pemerintah segera mengambil langkah cepat untuk memulihkan akses vital tersebut demi keselamatan dan kelancaran aktivitas warga.(Red/Pandi)

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Pekan Depan Jailolo Street Coffee Bakal Hadir, GENPI Halbar Dorong Wajah Baru Pusat Kota
Warga Minta Bupati Halsel Dan Kadis DPMD Berkantor Di Kantor Desa Laigoma
Tak Perlu Lagi Berobat Jauh, Kehadiran Pustu Soligi dan Kawasi Dekatkan Akses Medis Warga Obi 
Diduga Tak Mampu Selesaikan Polemik, Iksan Kaleserang Pilih Laporkan Tiga Wartawan Anggota PWI
Sekdes Kusubibi Diduga Terseret Kasus TPPU, Polres dan Kejari Halsel Diminta Turun Tangan
Pemda Halsel Alokasikan Bansos Untuk Masyarakat Kurang Mampu Dan Biaya Akhir Studi Mahasiswa 
Kepala Desa Laigoma Samsul Marwa Diduga Jarang Berkantor, Warga Palang Kantor Desa
Kapolda Malut Batal Kunker ke Halsel, Ini Alasannya 

Berita Terkait

Jumat, 9 Oktober 2026 - 12:39

Pekan Depan Jailolo Street Coffee Bakal Hadir, GENPI Halbar Dorong Wajah Baru Pusat Kota

Kamis, 8 Oktober 2026 - 13:56

Warga Minta Bupati Halsel Dan Kadis DPMD Berkantor Di Kantor Desa Laigoma

Kamis, 8 Oktober 2026 - 07:53

Tak Perlu Lagi Berobat Jauh, Kehadiran Pustu Soligi dan Kawasi Dekatkan Akses Medis Warga Obi 

Rabu, 7 Oktober 2026 - 16:20

Diduga Tak Mampu Selesaikan Polemik, Iksan Kaleserang Pilih Laporkan Tiga Wartawan Anggota PWI

Rabu, 7 Oktober 2026 - 10:16

Sekdes Kusubibi Diduga Terseret Kasus TPPU, Polres dan Kejari Halsel Diminta Turun Tangan

Berita Terbaru