Pemerintah Kabupaten Halmahera Barat menegaskan komitmennya untuk mendukung pengembangan energi panas bumi di Wilayah Kerja Panas Bumi (WKP) Telaga Rano sepanjang proses investasi dilaksanakan secara transparan, taat regulasi, melindungi lingkungan hidup, serta memberikan manfaat nyata bagi masyarakat setempat.
Penegasan tersebut disampaikan Bupati Halmahera Barat, James Uang, dalam forum Sosialisasi Pengembangan Panas Bumi WKP Telaga Rano dan FGD bersama PT Telaga Rano Geothermal yang melibatkan pemerintah daerah dan para pemangku kepentingan.
James mengapresiasi langkah PT Telaga Rano Geothermal yang membangun ruang dialog terbuka sebagai bagian dari proses pengembangan proyek panas bumi di Halmahera Barat.
“Langkah ini menunjukkan komitmen bahwa pembangunan tidak hanya berbicara tentang investasi, tetapi juga tentang keterbukaan, kolaborasi, dan penghormatan terhadap kepentingan masyarakat,” ujar James, (23/07/2026).
Menurut James, Halmahera Barat memiliki kekayaan sumber daya alam yang merupakan anugerah Tuhan sehingga harus dikelola secara arif, bertanggung jawab, dan berkelanjutan.
Pengelolaan tersebut, kata dia, harus mampu memberikan manfaat bagi kesejahteraan masyarakat tanpa mengorbankan kelestarian lingkungan maupun nilai-nilai sosial budaya yang diwariskan para leluhur.
Ia menjelaskan bahwa pengembangan energi panas bumi merupakan bagian dari upaya mendukung ketahanan energi nasional sekaligus mempercepat transisi menuju energi bersih.
Namun demikian, pemerintah daerah menegaskan setiap investasi wajib mengedepankan prinsip kehati-hatian, kepatuhan terhadap regulasi, perlindungan lingkungan, serta penghormatan terhadap hak-hak masyarakat adat dan masyarakat lokal.
“Bagi kami, keberhasilan investasi tidak hanya diukur dari besarnya nilai ekonomi, tetapi juga dari kemampuannya menciptakan lapangan kerja bagi masyarakat lokal, meningkatkan kualitas sumber daya manusia, menggerakkan perekonomian daerah, serta menjaga harmoni antara pembangunan dan kelestarian alam,” katanya.
Politikus Partai Demokrat itu juga menekankan pentingnya forum dialog sebagai wadah untuk saling mendengar dan membangun kesepahaman antara pemerintah, perusahaan, dan masyarakat.
Menurutnya, aspirasi masyarakat harus menjadi bagian penting dalam setiap tahapan pengambilan keputusan.
Ia memastikan Pemerintah Kabupaten Halmahera Barat akan terus menjalankan fungsi pengawasan agar seluruh proses pengembangan proyek berjalan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan dan tetap berpihak kepada kepentingan masyarakat.
Selain itu, Bupati berharap PT Telaga Rano Geothermal mampu membangun kemitraan yang baik dengan masyarakat melalui program pemberdayaan berkelanjutan, peningkatan kapasitas tenaga kerja lokal, serta pelaksanaan tanggung jawab sosial perusahaan yang benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat.
“Di tengah berbagai tantangan pembangunan daerah, kita membutuhkan investasi yang berkualitas, yang tidak hanya mengejar keuntungan ekonomi, tetapi juga membawa nilai tambah bagi daerah, menjaga keseimbangan ekologi, dan menjadi warisan pembangunan bagi generasi mendatang,” harapnya.
Sementara itu, President Director PT Telaga Rano Geothermal, Remi Harimanda, mengatakan perusahaan mengusung visi menghadirkan nilai dan manfaat berkelanjutan bagi masyarakat, daerah, dan bangsa melalui pengembangan energi panas bumi.
Menurut Remi, perusahaan memiliki tiga misi utama, yakni mengembangkan WKP Telaga Rano sebagai sumber energi panas bumi yang andal, efisien, dan berkelanjutan untuk mendukung kebutuhan energi nasional, khususnya di Pulau Halmahera.
“Tentunya kehadiran perusahaan ini akan memberikan manfaat nyata melalui program pemberdayaan masyarakat, kemitraan strategis, dan pengembangan ekonomi lokal, serta menerapkan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) dalam seluruh tahapan kegiatan usaha.
Ia menjelaskan bahwa pengembangan panas bumi tidak hanya berorientasi pada produksi energi, tetapi juga menciptakan nilai tambah bagi daerah melalui penyediaan energi hijau, pembangunan berkelanjutan, dan penguatan ekonomi lokal.
Pada tahap awal, PT Telaga Rano Geothermal akan melaksanakan sejumlah survei teknis yang meliputi survei geologi, geokimia, geofisika menggunakan metode Magnetotelluric (MT), pemetaan topografi menggunakan LiDAR, survei termal menggunakan drone, serta survei bathymetry untuk memetakan kondisi dasar perairan Telaga Rano
“Kami menargetkan PLTP Telaga Rano menjadi sumber listrik berbasis energi hijau yang mampu memenuhi kebutuhan listrik masyarakat Pulau Halmahera dalam jangka panjang sekaligus mendukung program transisi energi nasional,” imbuhnya.
Dari sisi ekonomi, pihaknya memperkirakan belanja investasi lebih dari Rp800 miliar akan beredar di Kabupaten Halmahera Barat selama lima tahun pertama pengembangan proyek.
“Belanja tersebut mencakup penggunaan tenaga kerja lokal, penyediaan akomodasi dan konsumsi, jasa vendor serta kontraktor lokal, pengadaan material konstruksi, transportasi, hingga berbagai sektor pendukung lainnya yang diharapkan menciptakan efek berganda terhadap perekonomian daerah,” tegasnya.
Perusahaan juga menyatakan akan membangun kemitraan dengan Pemerintah Kabupaten Halmahera Barat, lembaga adat, tokoh masyarakat, dan masyarakat di sekitar wilayah proyek agar manfaat ekonomi maupun sosial dapat dirasakan secara langsung oleh masyarakat.
“Seluruh hasil survei tersebut akan menjadi dasar dalam penentuan lokasi pengeboran eksplorasi,” tandasnya. (Red/Pandi)



















