Kondisi fasilitas di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Labuha menuai kecaman keras dari keluarga pasien. Sarana yang seharusnya menunjang keselamatan dan kenyamanan justru dinilai jauh dari kata layak.
Keluhan mencuat setelah keluarga pasien menemukan kondisi tempat tidur yang rusak parah. Alas tempat tidur terlihat robek, mengelupas, hingga memperlihatkan busa di dalamnya. Situasi ini dinilai bukan hanya mengganggu kenyamanan, tetapi juga berpotensi membahayakan pasien yang tengah menjalani perawatan.
Tak hanya itu, persoalan fasilitas lain turut disoroti, terutama terkait ketiadaan toilet (WC) di dalam ruang ICU. Padahal, ruang ICU yang luas seharusnya dilengkapi fasilitas dasar yang memadai. Keluarga pasien mengaku kesulitan ketika harus buang air, karena harus keluar ruangan dalam kondisi darurat, termasuk bagi pasien yang sedang sakit parah.
“Kami sangat kecewa. Ini rumah sakit, bukan tempat seadanya. Fasilitas seperti ini sangat tidak layak, apalagi menyangkut keselamatan pasien,” tegas salah satu anggota keluarga pasien inisial SRT. (08/04/2026)
Ia menilai kondisi tersebut mencerminkan buruknya standar pelayanan kesehatan di fasilitas milik pemerintah daerah. Menurutnya, pembiaran terhadap fasilitas rusak menunjukkan lemahnya pengawasan dan minimnya perhatian terhadap kualitas layanan.
Keluarga pasien mendesak manajemen RSUD Labuha untuk segera bertindak cepat melakukan perbaikan menyeluruh. Selain itu, mereka juga meminta pemerintah daerah melalui dinas terkait turun tangan melakukan evaluasi serius terhadap kondisi sarana dan prasarana rumah sakit.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak RSUD Labuha belum memberikan tanggapan resmi atas berbagai keluhan yang disampaikan.
Masyarakat pun berharap ada langkah tegas dari pihak berwenang agar kondisi memprihatinkan ini tidak terus berlarut, serta pelayanan kesehatan di RSUD Labuha dapat segera dibenahi demi keselamatan dan hak pasien.(Red/Pandi)



















