Dua Kepala Keluarga di Halsel Lima Bulan Tinggal di Tenda Pengungsian, Bantuan Pembangunan Rumah Belum Jalan

Rabu, 26 November 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Halsel – BacaPost.Com, Dua kepala keluarga di Desa Labuha, Kecamtan Bacan, Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel), Maluku Utara, telah bertahan hidup di tenda pengungsian selama kurang lebih lima bulan sejak banjir melanda pada 21 Juni 2025 lalu.

Dengan kondisi serba terbatas kesulitan mengakses air bersih hingga tidak tersedianya fasilitas MCK, kedua keluarga ini masih menaruh harapan besar kepada pemerintah daerah untuk mendapatkan solusi atas nasib mereka.

Nurbaidah, salah satu warga yang ditemui awak media pada (26/11/2025), mengaku bantuan dari pemerintah daerah melalui Dinas Sosial dan BPBD hanya diberikan dua kali, yaitu saat banjir terjadi dan beberapa hari setelah banjir.

Ia mengungkapkan, Bupati Halmahera Selatan sebelumnya telah menginstruksikan dinas terkait agar segera menyelesaikan pembangunan rumah mereka yang rusak parah. Namun hingga kini, pekerjaan itu belum terlihat.

Baca Juga:  Aksi Demo Di Laut Kawasi, Kadishub Halsel Ingatkan Pentingnya Keselamatan Pelayaran 

“Kurang lebih dua bulan lalu, BPBD menyerahkan uang sebesar Rp75 juta kepada kami untuk pembangunan rumah. Dana itu sudah kami berikan kepada pihak yang ditunjuk untuk bekerja, tetapi sampai sekarang belum ada progres sama sekali. Bahkan kami dijanjikan satu minggu setelah proyek lain selesai, tapi tidak ada kepastian,” ujarnya.

Lebih lanjut, ia menuturkan bahwa sebelumnya mereka juga dijanjikan bantuan sebesar Rp110 juta oleh Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman. Namun, janji tersebut dibatalkan tanpa penjelasan yang jelas.

“Kondisi kami sangat susah. Kami harus keluar dari tenda setiap pukul 08.00 pagi karena panas. Saat hujan, tenda bocor dan makin menyulitkan kami,” tuturnya.

Baca Juga:  Kapolda Malut Batal Kunker ke Halsel, Ini Alasannya 

Nurbaidah berharap pemerintah daerah lebih serius menangani kondisi mereka.

“Kami mohon pemerintah menegur pihak yang ditunjuk agar segera mengerjakan rumah, supaya kami bisa segera pindah dari tempat ini,” pungkasnya.

(Red)

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Barisan Muda Makayoa Halsel Tolak Pembentukan Panitia Musyawarah Ke-III Di Ternate 
Pekan Depan Jailolo Street Coffee Bakal Hadir, GENPI Halbar Dorong Wajah Baru Pusat Kota
Warga Minta Bupati Halsel Dan Kadis DPMD Berkantor Di Kantor Desa Laigoma
Tak Perlu Lagi Berobat Jauh, Kehadiran Pustu Soligi dan Kawasi Dekatkan Akses Medis Warga Obi 
Diduga Tak Mampu Selesaikan Polemik, Iksan Kaleserang Pilih Laporkan Tiga Wartawan Anggota PWI
Sekdes Kusubibi Diduga Terseret Kasus TPPU, Polres dan Kejari Halsel Diminta Turun Tangan
Pemda Halsel Alokasikan Bansos Untuk Masyarakat Kurang Mampu Dan Biaya Akhir Studi Mahasiswa 
Kepala Desa Laigoma Samsul Marwa Diduga Jarang Berkantor, Warga Palang Kantor Desa

Berita Terkait

Jumat, 9 Oktober 2026 - 18:57

Barisan Muda Makayoa Halsel Tolak Pembentukan Panitia Musyawarah Ke-III Di Ternate 

Jumat, 9 Oktober 2026 - 12:39

Pekan Depan Jailolo Street Coffee Bakal Hadir, GENPI Halbar Dorong Wajah Baru Pusat Kota

Kamis, 8 Oktober 2026 - 13:56

Warga Minta Bupati Halsel Dan Kadis DPMD Berkantor Di Kantor Desa Laigoma

Kamis, 8 Oktober 2026 - 07:53

Tak Perlu Lagi Berobat Jauh, Kehadiran Pustu Soligi dan Kawasi Dekatkan Akses Medis Warga Obi 

Rabu, 7 Oktober 2026 - 16:20

Diduga Tak Mampu Selesaikan Polemik, Iksan Kaleserang Pilih Laporkan Tiga Wartawan Anggota PWI

Berita Terbaru