Halsel – BacaPost.Com, Dua kepala keluarga di Desa Labuha, Kecamtan Bacan, Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel), Maluku Utara, telah bertahan hidup di tenda pengungsian selama kurang lebih lima bulan sejak banjir melanda pada 21 Juni 2025 lalu.
Dengan kondisi serba terbatas kesulitan mengakses air bersih hingga tidak tersedianya fasilitas MCK, kedua keluarga ini masih menaruh harapan besar kepada pemerintah daerah untuk mendapatkan solusi atas nasib mereka.
Nurbaidah, salah satu warga yang ditemui awak media pada (26/11/2025), mengaku bantuan dari pemerintah daerah melalui Dinas Sosial dan BPBD hanya diberikan dua kali, yaitu saat banjir terjadi dan beberapa hari setelah banjir.
Ia mengungkapkan, Bupati Halmahera Selatan sebelumnya telah menginstruksikan dinas terkait agar segera menyelesaikan pembangunan rumah mereka yang rusak parah. Namun hingga kini, pekerjaan itu belum terlihat.
“Kurang lebih dua bulan lalu, BPBD menyerahkan uang sebesar Rp75 juta kepada kami untuk pembangunan rumah. Dana itu sudah kami berikan kepada pihak yang ditunjuk untuk bekerja, tetapi sampai sekarang belum ada progres sama sekali. Bahkan kami dijanjikan satu minggu setelah proyek lain selesai, tapi tidak ada kepastian,” ujarnya.
Lebih lanjut, ia menuturkan bahwa sebelumnya mereka juga dijanjikan bantuan sebesar Rp110 juta oleh Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman. Namun, janji tersebut dibatalkan tanpa penjelasan yang jelas.
“Kondisi kami sangat susah. Kami harus keluar dari tenda setiap pukul 08.00 pagi karena panas. Saat hujan, tenda bocor dan makin menyulitkan kami,” tuturnya.
Nurbaidah berharap pemerintah daerah lebih serius menangani kondisi mereka.
“Kami mohon pemerintah menegur pihak yang ditunjuk agar segera mengerjakan rumah, supaya kami bisa segera pindah dari tempat ini,” pungkasnya.
(Red)



















