Harapan Anak Pulau Obi: Program Soligi Zero Stunting Tuai Dampak Nyata

Jumat, 20 Februari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Upaya penurunan stunting di wilayah operasional Harita Nickel menunjukkan hasil signifikan. Melalui program Soligi Zero Stunting, sebanyak 21 dari 25 anak di Desa Soligi berhasil keluar dari status stunting dan menunjukkan perbaikan status gizi.

Capaian hingga pertengahan 2025 tersebut menegaskan efektivitas pendekatan terpadu yang melibatkan perusahaan, pemerintah, dan masyarakat dalam menekan angka stunting secara berkelanjutan.

Community Development Manager Harita Nickel, Broto Suwarso, mengatakan program Soligi Zero Stunting telah dijalankan sejak 2022 dengan mengombinasikan intervensi gizi, edukasi kesehatan, serta penguatan layanan kesehatan dasar.

“Keberhasilan ini merupakan hasil kerja bersama. Kami percaya kesehatan anak adalah fondasi utama bagi masa depan yang lebih kuat dan sejahtera,” ujarnya. (20/02/2026).

Program ini meliputi pemberian makanan tambahan (PMT) berbasis pangan lokal, pelatihan kader posyandu, pembangunan Puskesmas Pembantu (Pustu), serta penyediaan sumur air bersih komunal. Seluruh kegiatan dilaksanakan secara partisipatif dengan menempatkan masyarakat sebagai pelaku utama perubahan.

Baca Juga:  LBH Javha: Retret Adalah Pembentukan Disiplin dan Karakter Kepemimpinan

Peran penting dijalankan para kader posyandu Desa Soligi yang secara rutin melakukan pendampingan keluarga dan pemantauan tumbuh kembang anak. Murni, salah satu kader posyandu sekaligus penggerak program, menjelaskan bahwa kegiatan posyandu dilakukan setiap bulan melalui penimbangan, pengukuran balita, dan pembagian PMT.

“Kami juga aktif mengunjungi rumah-rumah balita yang berisiko stunting serta memberikan penyuluhan kepada ibu-ibu tentang pentingnya gizi anak dan pemeriksaan kehamilan secara rutin,” ungkap Murni.

Menurutnya, perubahan paling nyata terlihat dari penurunan jumlah anak stunting dan gizi kurang, dari semula 25 anak kini tersisa empat anak.

“Harapan kami tahun depan bisa benar-benar nol stunting, sehingga anak-anak Soligi tumbuh lebih sehat,” tegasnya.

Baca Juga:  KM Teratai Prima Satu Pastikan Berangkat, Setelah Proses Bongkar Muat Sempat Terhambat

Selain memperkuat layanan kesehatan, program ini juga berfokus pada pembangunan kapasitas masyarakat. Sebanyak 13 kader posyandu telah dilatih, 354 anak mendapatkan pendampingan, serta lebih dari 300 paket PMT didistribusikan untuk mendukung perbaikan gizi keluarga.

Pendekatan terukur tersebut mengintegrasikan pendampingan keluarga, penguatan kader kesehatan, dan edukasi gizi melalui kolaborasi dengan pemerintah daerah serta tenaga kesehatan. Hasilnya, perbaikan status kesehatan anak yang sebelumnya teridentifikasi stunting dapat dicapai secara konsisten.

Atas dampak dan inovasi yang dihasilkan, program Soligi Zero Stunting meraih Penghargaan Subroto 2025 dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral untuk kategori Program Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM) Terinovatif Komoditas Mineral bidang Kesehatan. Penghargaan ini menjadi pengakuan atas kontribusi Harita Nickel dalam mendukung target Sustainable Development Goals (SDGs) serta kebijakan nasional percepatan penurunan stunting.

Baca Juga:  Dua Nyawa Melayang Di Anggai, Polisi Diduga Lalai Awasi Tambang Ilegal, Polda Malut Didesak Bertindak

Keberlanjutan program juga menjadi fokus utama. Pemerintah desa berkomitmen mengalokasikan dana operasional Pustu serta pemeliharaan fasilitas air bersih. Pustu selanjutnya dikembangkan sebagai pusat layanan kesehatan terpadu yang dilengkapi taman ramah anak dan kebun Tanaman Obat Keluarga (TOGA).
Selain Desa Soligi, Harita Nickel juga menjalankan program penurunan stunting di desa-desa lingkar operasionalnya di Pulau Obi.

Keberhasilan ini menunjukkan bahwa pendekatan kolaboratif berbasis komunitas mampu menjadi solusi efektif dalam mengatasi stunting, termasuk di wilayah terpencil.

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Pemda Halbar Respon Cepat Masalah Sengketa Lahan Di Tosoa
Kebakaran Hanguskan Rumah Warga Di Desa Loleojaya, Pemdes Salurkan Bantuan
Rumah Din dan Sarni Di Loleojaya Ludes Terbakar, Harta Benda dan Dokumen Penting Ikut Musnah
Polres Halsel Gelar Upacara Peringatan Hari Juang Polri
Di Tengah Isu Referendum Maluku Utara, Boki Nita Serukan Persatuan Dan Pelestarian Adat
Bupati Bassam Kasuba Buka Festival Sepak Bola Anak Merdeka Di Stadion GBK Halsel 
Kadis Mangkir Di Saat RDP, Komisi III DPRD Halsel Usir Perwakilan Dinas Pariwisata
Excavator PT Intim Kara Melintas Di Jalan Umum, Warga Soroti Keselamatan Dan Potensi Kerusakan Jalan

Berita Terkait

Minggu, 23 Agustus 2026 - 05:47

Pemda Halbar Respon Cepat Masalah Sengketa Lahan Di Tosoa

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 12:11

Kebakaran Hanguskan Rumah Warga Di Desa Loleojaya, Pemdes Salurkan Bantuan

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 11:55

Rumah Din dan Sarni Di Loleojaya Ludes Terbakar, Harta Benda dan Dokumen Penting Ikut Musnah

Jumat, 21 Agustus 2026 - 13:36

Polres Halsel Gelar Upacara Peringatan Hari Juang Polri

Jumat, 21 Agustus 2026 - 10:11

Di Tengah Isu Referendum Maluku Utara, Boki Nita Serukan Persatuan Dan Pelestarian Adat

Berita Terbaru

BacaPost.Com

Pemda Halbar Respon Cepat Masalah Sengketa Lahan Di Tosoa

Minggu, 23 Agu 2026 - 05:47

BacaPost.Com

Polres Halsel Gelar Upacara Peringatan Hari Juang Polri

Jumat, 21 Agu 2026 - 13:36