BADKO HMI Maluku Utara secara tegas menantang Direktur Utama PERUMDA Air Minum Ake Gaale Kota Ternate untuk segera menuntaskan persoalan krisis air bersih yang hingga kini masih dikeluhkan masyarakat, khususnya di Kelurahan Foramadiahi dan sejumlah wilayah lain di Kota Ternate.
Diketahui, Firman Mudaffar Sjah, S.E. baru saja resmi dilantik sebagai Dirut PERUMDA Air Minum Ake Gaale untuk masa jabatan 2026–2030. Ia dilantik oleh Wali Kota Ternate, M. Tauhid Soleman, pada 16 April 2026, bersama jajaran dewan pengawas baru sebagai bagian dari upaya peningkatan pelayanan air bersih kepada masyarakat.
Fungsionaris BADKO HMI Maluku Utara, Alfian M. Hamzah, menegaskan bahwa pergantian kepemimpinan tersebut harus menjadi momentum nyata dalam memperbaiki pelayanan publik, bukan sekadar rotasi jabatan tanpa dampak signifikan.
“Krisis air di Kelurahan Foramadiahi bukan persoalan baru. Ini masalah lama yang menyangkut kebutuhan dasar masyarakat. Dirut baru harus hadir dengan solusi konkret, bukan sekadar janji,” tegas Alfian.(29/04/2026)
Ia juga menyoroti ketimpangan distribusi air di wilayah Pulau Ternate. Menurutnya, masyarakat Foramadiahi masih kesulitan mendapatkan air bersih, sementara di sejumlah wilayah lain pasokan air justru relatif lancar.
Selain itu, Alfian menyinggung tingginya konsumsi air oleh sektor usaha berskala besar seperti hotel dan bisnis lainnya. Ia menilai kondisi ini mencerminkan ketimpangan serius dalam tata kelola distribusi air.
“Di satu sisi, usaha besar bisa mengakses air dalam jumlah besar secara stabil. Di sisi lain, masyarakat justru kesulitan mendapatkan air bersih. Ini harus menjadi perhatian serius,” ujarnya.
Ia menekankan pentingnya evaluasi menyeluruh terhadap sistem distribusi dan prioritas pelayanan air agar lebih adil dan merata.
Alfian juga mengingatkan bahwa sirkulasi elit dalam jabatan publik seharusnya membawa dampak positif bagi masyarakat. Jika tidak, hal tersebut hanya akan menjadi ajang mempertahankan kepentingan segelintir pihak.
“Rakyat butuh air, bukan retorika. Jangan sampai jabatan hanya jadi ruang elit mempertahankan kepentingannya,” tambahnya.
BADKO HMI Maluku Utara pun mendorong PERUMDA Ake Gaale untuk segera melakukan pemetaan masalah distribusi, memperbaiki infrastruktur, serta meningkatkan transparansi dalam pengelolaan sumber daya air. Mereka juga meminta Pemerintah Kota Ternate memperkuat pengawasan terhadap kinerja PERUMDA.
Alfian menegaskan, pihaknya akan terus mengawal persoalan ini hingga masyarakat benar-benar mendapatkan akses air bersih yang merata dan berkelanjutan.
“Ini bukan sekadar kritik, tapi tanggung jawab moral sebagai bagian dari kontrol sosial. Kami akan terus kawal sampai masalah ini tuntas,” tutupnya.(Red/Pandi)



















