PT HPAL Ungkap Kapasitas Produksi Nikel dan Kobalt, MHP Jadi Produk Paling Diminati

Selasa, 18 November 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Halsel — BacaPost.Com, PT Halmahera Persada Lygend (HPAL) saat ini memproduksi empat produk utama hasil pengolahan nikel, yaitu Nikel Sulfat, Kobalt Sulfat, Cobalt Electrowinning, serta Mixed Hydroxide Precipitate (MHP).

Hal tersebut disampaikan Supervisor Nickel Sulfate PT HPAL, Rivaldo Lee Mogot, saat ditemui di area industri perusahaan, Selasa (18/11/2025).

Menurut Rivaldo, masing-masing fasilitas pemurnian memiliki kapasitas produksi berbeda. Nikel Sulfat ditargetkan mencapai 247 ton per tahun, Kobalt Sulfat sekitar 30 ribu ton, dan Cobalt Electrowinning sekitar 4 ribu ton per tahun. Sementara produksi MHP masih berjalan secara bertahap.

“Produk yang paling diminati dan paling banyak dibeli perusahaan adalah MHP. Berbeda dengan MHP, Nikel Sulfat dan Kobalt Sulfat lebih diprioritaskan untuk kebutuhan pabrik pengolahan baterai. Sedangkan harga Cobalt Electrowinning sempat melonjak akibat konflik di Afrika,” jelasnya.

Baca Juga:  Laga Sengit Tanpa Gol, PUPR FC Menang Adu Penalti Dan Melaju Ke Final

Ia menyebutkan, produksi Nikel Sulfat telah berjalan sejak 2023, sementara Cobalt Electrowinning baru dimulai pada 2024. Namun, produksi Cobalt Electrowinning untuk sementara dihentikan karena perusahaan memfokuskan sumber daya pada Kobalt Sulfat.

“Saat ini kami masih fokus pada tiga produk utama, yaitu Nikel Sulfat, Cobalt Electrowinning, dan Mixed Hydroxide Precipitate (MHP). Untuk produksi Kobalt Sulfat sendiri sementara dikurangi karena harganya sedang rendah,” tambah Rivaldo.

Seluruh produk PT HPAL, lanjutnya, diawasi ketat oleh Sucofindo sebagai BUMN yang bertugas memverifikasi dan melaporkan volume ekspor perusahaan.

Rivaldo juga menekankan pentingnya aspek keselamatan kerja. Ia menyebut, di gudang tempatnya bekerja terdapat sekitar 300 karyawan, dan 95 persen di antaranya merupakan tenaga kerja asal Maluku Utara yang bertugas di area produksi.

Baca Juga:  Warkop Halsel Soroti Efisiensi Anggaran Dalam Dialog Publik Sambut HUT RI Ke-81

“Seluruh karyawan difasilitasi dengan Alat Pelindung Diri (APD) lengkap. Intinya, keselamatan kerja adalah prioritas utama bagi kami,” tegasnya.

(Red)

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Warga Minta Bupati Halsel Dan Kadis DPMD Berkantor Di Kantor Desa Laigoma
Tak Perlu Lagi Berobat Jauh, Kehadiran Pustu Soligi dan Kawasi Dekatkan Akses Medis Warga Obi 
Diduga Tak Mampu Selesaikan Polemik, Iksan Kaleserang Pilih Laporkan Tiga Wartawan Anggota PWI
Sekdes Kusubibi Diduga Terseret Kasus TPPU, Polres dan Kejari Halsel Diminta Turun Tangan
Pemda Halsel Alokasikan Bansos Untuk Masyarakat Kurang Mampu Dan Biaya Akhir Studi Mahasiswa 
Kepala Desa Laigoma Samsul Marwa Diduga Jarang Berkantor, Warga Palang Kantor Desa
Kapolda Malut Batal Kunker ke Halsel, Ini Alasannya 
Polsek Jailolo Selatan Kawal Aksi Warga Tolak Pemberhentian Kades Sidangoli Dehe

Berita Terkait

Kamis, 8 Oktober 2026 - 13:56

Warga Minta Bupati Halsel Dan Kadis DPMD Berkantor Di Kantor Desa Laigoma

Kamis, 8 Oktober 2026 - 07:53

Tak Perlu Lagi Berobat Jauh, Kehadiran Pustu Soligi dan Kawasi Dekatkan Akses Medis Warga Obi 

Rabu, 7 Oktober 2026 - 16:20

Diduga Tak Mampu Selesaikan Polemik, Iksan Kaleserang Pilih Laporkan Tiga Wartawan Anggota PWI

Rabu, 7 Oktober 2026 - 10:16

Sekdes Kusubibi Diduga Terseret Kasus TPPU, Polres dan Kejari Halsel Diminta Turun Tangan

Rabu, 7 Oktober 2026 - 07:19

Pemda Halsel Alokasikan Bansos Untuk Masyarakat Kurang Mampu Dan Biaya Akhir Studi Mahasiswa 

Berita Terbaru