Di Tengah Isu Referendum Maluku Utara, Boki Nita Serukan Persatuan Dan Pelestarian Adat

Jumat, 21 Agustus 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Boki Nita Budhi Susanti mengajak masyarakat Pulau Hiri, Kota Ternate, serta masyarakat Maluku Utara untuk menjaga persatuan, adat istiadat, dan tetap mempertahankan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) di tengah mencuatnya isu referendum Maluku Utara.

Hal itu disampaikan Boki Nita saat diwawancarai awak media di Rappa Pelangi Resort, (21/8/2026).

Boki Nita mengatakan, dirinya bersama rombongan dijadwalkan mengunjungi Pulau Hiri. Dalam kunjungan tersebut, rombongan juga akan didampingi Wakil Menteri Transmigrasi, Viva Yoga Mauladi, yang juga Kapita Korois Kesultanan Ternate.

Menurutnya, kunjungan tersebut bertepatan dengan puncak kegiatan budaya masyarakat Pulau Hiri yang digelar setiap empat tahun sekali.

“Tradisi itu berkaitan dengan apa yang dikenal masyarakat sebagai perjanjian gaib, yang memiliki kaitan dengan sejarah perjuangan Sultan Baabullah dalam menghadapi Portugis,” kata Boki Nita.

Ia menjelaskan, dalam sejarah dan filosofi masyarakat pada masa itu, terdapat kepercayaan mengenai perjanjian untuk memperoleh kekuatan dalam perjuangan mengusir Portugis dari wilayah Ternate.

Tradisi tersebut, kata Boki Nita, kemudian diwariskan secara turun-temurun hingga generasi saat ini.

Baca Juga:  DPRD Halsel Evaluasi Proyek BPBD 2025, Serapan Anggaran Capai 90 Persen

“Pelaksanaannya kini lebih dimaknai sebagai bagian dari silaturahmi dan komunikasi, sekaligus menjaga hubungan masyarakat dengan adat yang telah diwariskan para leluhur,” jelasnya.

Boki Nita menuturkan, masyarakat sebenarnya menginginkan kehadiran Kolano Madoru dalam kegiatan tersebut. Namun, karena masih menjalani pendidikan, kehadirannya tidak dapat dipaksakan.

“Pendidikan tetap menjadi yang utama karena itu masa depan,” tuturnya.

Mantan Istri Sultan Ternate ke-48 itu juga mengaitkan perjalanan sejarahnya dengan sosok Ratu Nukila. Ia menyebut Ratu Nukila memiliki sejarah perjuangan bersama Kapita Laut dalam menghadapi Portugis, termasuk setelah kembali dari pembuangan dan berjuang untuk membebaskan anaknya yang ditahan Portugis.

“Kalau saya, memang penjajahnya sudah berbeda, sehingga situasinya juga berbeda,” ujarnya.

Selain itu, Boki Nita mengingatkan kepada masyarakat agar menjaga persatuan ditengah isu referendum Maluku Utar dan tidak mengabaikan tatanan pemerintahan yang telah ada.

Menurutnya, Negara Kesatuan Republik Indonesia merupakan bentuk pemerintahan yang paling tepat bagi masyarakat.

“Saya rasa bentuk susunan pemerintahan kita, yaitu Negara Kesatuan Republik Indonesia, sudah yang paling tepat dan sudah yang paling baik untuk kita,” katanya.

Baca Juga:  KM Gandha Nusantara 17 Alami Kerusakan Mesin Di Perairan Malut, Basarnas Turun Tanga

Ia menilai perbedaan pendapat maupun ketidakpuasan merupakan hal yang wajar dalam kehidupan bermasyarakat. Namun, setiap persoalan hendaknya disampaikan dan diselesaikan melalui musyawarah untuk mufakat.

“Khusus kepada masyarakat adat di Hiri, saya mengimbau agar tetap berkonsentrasi pada aktivitas sehari-hari, seperti mencari nafkah dan pendidikan, sembari menjaga tatanan adat dan siat orang yang telah menjadi bagian dari filosofi kehidupan masyarakat Maluku Kie Raha, khususnya Pulau Hiri,” tambahnya.

Selain berbicara mengenai adat dan sejarah, Boki Nita juga menyampaikan harapannya agar pembangunan di Maluku Utara mendapat perhatian lebih besar dari pemerintah pusat.

Ia mengaku memiliki kedekatan emosional dengan Ternate. Bahkan, sejak bersama almarhum Sultan Mudaffar Syah, dirinya pernah memiliki tempat yang dikenal dengan nama Bubaneina.

Menurutnya, kepulangannya ke Ternate bukan sekadar untuk bernostalgia, tetapi juga menjadi kesempatan untuk memberikan kontribusi pemikiran bagi masyarakat Maluku Kie Raha.

“Yang penting saya senang bisa kembali lagi ke Ternate. Tidak besar, tidak banyak, tapi ada kontribusi yang bisa saya bantu pemikiran untuk masyarakat Maluku Kie Raha,” cetusnya.

Baca Juga:  Cemarkan Nama Baik, Kuasa Hukum Sulinda D. Komdan: Pihak Yang Terlibat Harus Bertanggungjawab

Boki Nita juga menyinggung peran suaminya yang kini menjabat sebagai Wakil Menteri Transmigrasi. Menurutnya, program transmigrasi dapat memberikan dampak terhadap pembangunan daerah, khususnya dalam penyediaan infrastruktur dasar.

Ia menyebut pembangunan di kawasan transmigrasi dapat mendorong penyediaan berbagai fasilitas, mulai dari jembatan, sekolah hingga fasilitas sanitasi.

“Sebagai istri Wakil Menteri Transmigrasi, tentu saya akan terus menyampaikan aspirasi agar Maluku Utara mendapat perhatian dalam kebijakan pembangunan pemerintah pusat.

Ia menyebut, Maluku Utara selama ini tetap memperoleh dukungan anggaran meskipun pemerintah tengah menerapkan kebijakan efisiensi anggaran.

Upaya tersebut, kata Boki Nita, merupakan bagian dari pengabdiannya kepada masyarakat Maluku Kie Raha, khususnya Ternate, yang telah menjadi bagian penting dari perjalanan sejarah hidupnya.

“Memang sekarang dikurang-kurangkan, ada efisiensi anggaran, tapi tetap ada. Tidak pernah kosong untuk Maluku Utara,” tandasnya. (Red/Agus)

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Pemda Halbar Respon Cepat Masalah Sengketa Lahan Di Tosoa
Kebakaran Hanguskan Rumah Warga Di Desa Loleojaya, Pemdes Salurkan Bantuan
Rumah Din dan Sarni Di Loleojaya Ludes Terbakar, Harta Benda dan Dokumen Penting Ikut Musnah
Polres Halsel Gelar Upacara Peringatan Hari Juang Polri
Bupati Bassam Kasuba Buka Festival Sepak Bola Anak Merdeka Di Stadion GBK Halsel 
Kadis Mangkir Di Saat RDP, Komisi III DPRD Halsel Usir Perwakilan Dinas Pariwisata
Excavator PT Intim Kara Melintas Di Jalan Umum, Warga Soroti Keselamatan Dan Potensi Kerusakan Jalan
Bawaslu Halsel Perkuat Pencegahan Pemilu, Demokrat Diajak Pahami Aturan Terbaru

Berita Terkait

Minggu, 23 Agustus 2026 - 05:47

Pemda Halbar Respon Cepat Masalah Sengketa Lahan Di Tosoa

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 12:11

Kebakaran Hanguskan Rumah Warga Di Desa Loleojaya, Pemdes Salurkan Bantuan

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 11:55

Rumah Din dan Sarni Di Loleojaya Ludes Terbakar, Harta Benda dan Dokumen Penting Ikut Musnah

Jumat, 21 Agustus 2026 - 13:36

Polres Halsel Gelar Upacara Peringatan Hari Juang Polri

Jumat, 21 Agustus 2026 - 10:11

Di Tengah Isu Referendum Maluku Utara, Boki Nita Serukan Persatuan Dan Pelestarian Adat

Berita Terbaru

BacaPost.Com

Pemda Halbar Respon Cepat Masalah Sengketa Lahan Di Tosoa

Minggu, 23 Agu 2026 - 05:47

BacaPost.Com

Polres Halsel Gelar Upacara Peringatan Hari Juang Polri

Jumat, 21 Agu 2026 - 13:36