Kepolisian Sektor (Polsek) Gane Barat, Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel), nampaknya tidak doyan dengan kasus pencurian Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis solar di Perusahan Listrik Negara (PLN) Unit Layanan Pelanggan (ULP) Saketa.
Pasalnya, kasus pencurian BBM jenis solar yang telah dilaporkan oleh pihak PLN ULP ke Polsek Gane Barat, namun pihak Polsek sendiri mengaku tak memiliki cukup bukti, padahal kasus yang dilaporkan belum dilakukan penyelidikan secara mendalam.
Pencurian BBM di PLN ULP Saketa dilakukan secara nyata, bahkan kuat dugaan oknum petugas PLN terlibat, namun pihak Polsek sendiri tidak mampu mengungkap fakta yang telah terjadi di depan mata.
Kepala PLN ULP Saketa, Muhammad Munir ketia dikonfirmasi tim media (07/08/2026), mengaku kasus pencurian BBM telah dilaporkan ke Polsek Gane Barat, namun pihak Polsek menyampaikan jika kasus yang telah dilaporkan tidak memiliki cukup bukti.
“Dari kepolisian belum cukup bukti,”ungkap Munir singkat.
Berdasarkan informasi yang dihimpun dari sejumlah warga Desa Saketa, dugaan penyelundupan BBM disebut bukan kali pertama terjadi. Warga menduga praktik tersebut telah berulang kali dan BBM yang diselundupkan sudah berkisar 100 ton. Namun, dugaan itu hingga kini belum dibuktikan melalui proses hukum.
“Ada salah satu petugas PLN bernama Kisman pernah menemukan dugaan pencurian BBM di lingkungan kantor PLN ULP Saketa. Peristiwa tersebut terjadi pada malam hari ketika ia berada di sekitar kantor,”ungkap salah satu warga yang meminta namanya tidak di publis.
Menurut pengakuan warga, Kisman melihat seseorang memasuki bagian belakang kantor PLN. Setelah orang tersebut keluar, ia memeriksa lokasi dan menemukan sebuah selang yang menjulur hingga ke luar pagar kantor. Saat ditelusuri, selang tersebut diduga terhubung dengan sekitar 10 hingga 15 jirgen yang berada di luar area kantor.
Temuan tersebut kemudian dilaporkan kepada pimpinan PLN. Berdasarkan informasi yang disampaikan warga mengenai hasil pemeriksaan internal, diduga terdapat modifikasi pada sistem penyaluran BBM dari dua tangki utama menuju tangki penampungan. Modifikasi itu disebut dilakukan dengan mengganti keran sehingga selang dapat disambungkan hingga ke luar pagar kantor. Informasi tersebut belum dapat diverifikasi secara independen.
Selain itu, seorang warga Desa Wosi juga mengaku pernah mengetahui adanya dugaan penjualan solar oleh pihak PLN. Namun, warga tersebut tidak menjelaskan secara rinci waktu kejadian maupun pihak yang diduga terlibat. Klaim tersebut juga belum dapat diverifikasi secara independen.
Sejumlah warga turut menyampaikan dugaan adanya keterlibatan Kepala PLN ULP Saketa, Muhammad Munir.
Sementara Kapolsek Gane Barat, IPTU, Ruslan Anwar ketika dikonfirmasi via aplikasi WhatsApp tidak memberikan respon hingga berita ini naik tayang. (Red/SI)



















