Halsel – BacaPost.Com, Ketua Keluarga Besar Pelajar Islam Indonesia (KB PII) Maluku Utara sekaligus Wali Kota Ternate, M. Tauhid Soleman, tiba di Kabupaten Halmahera Selatan pada Jumat pagi. Kedatangannya dalam rangka menghadiri pelantikan Pengurus Cabang KB PII Halmahera Selatan yang dijadwalkan berlangsung pada Jumat malam, (23/01/2026).
Di sela agenda tersebut, Tauhid Soleman meluangkan waktu untuk bersilaturahmi bersama komunitas Kedai Katu Halmahera Selatan, sebuah ruang diskusi yang selama ini dikenal aktif menggelar dialog sosial, kepemudaan, dan kebangsaan.
Silaturahmi berlangsung dalam suasana santai dan penuh keakraban, serta dihadiri oleh sejumlah aktivis, pemuda, dan insan pers. Pertemuan tersebut dimanfaatkan sebagai ruang diskusi terbuka mengenai peran komunitas dalam membangun kesadaran sosial serta dinamika kepemudaan di Maluku Utara.
Kehadiran orang nomor satu di Kota Ternate itu mendapat sambutan hangat dari para aktivis dan wartawan. Bagi mereka, kunjungan tersebut mencerminkan keterbukaan kepala daerah dalam membangun komunikasi lintas wilayah dan lintas komunitas.
Dalam kesempatan itu, Wali Kota Ternate, M. Tauhid Soleman, menegaskan pentingnya ruang-ruang diskusi komunitas seperti Kedai Katu sebagai bagian dari ekosistem demokrasi dan penguatan partisipasi publik.
“Ruang diskusi seperti ini sangat penting karena menjadi tempat bertemunya gagasan, kritik, dan solusi. Pemerintah membutuhkan masukan dari komunitas dan anak-anak muda agar kebijakan yang diambil tetap relevan dengan kebutuhan masyarakat,” ujar Tauhid.
Sementara itu, Sekretaris Koordinator Kedai Katu, Bang Sotam, yang bertindak sebagai moderator, menyampaikan apresiasi atas kehadiran Wali Kota Ternate. Menurutnya, sikap kepala daerah yang tidak alergi terhadap kritik, aktivis, dan wartawan, seperti yang ditunjukkan oleh M. Tauhid Soleman, menjadi momentum penting untuk mempererat hubungan antara pemerintah daerah dan komunitas intelektual.
“Kami sangat mengapresiasi kehadiran Wali Kota Ternate di Kedai Katu. Ini menunjukkan bahwa ruang-ruang diskusi publik masih dipandang penting, khususnya dalam membahas isu kepemudaan, sosial, dan kebangsaan,” ungkapnya.
Ia menambahkan, Kedai Katu akan terus membuka diri sebagai ruang dialog yang inklusif, tidak hanya bagi aktivis dan pemuda, tetapi juga bagi pemerintah dan insan pers, guna mendorong lahirnya gagasan-gagasan konstruktif untuk kemajuan daerah.
Silaturahmi tersebut diakhiri dengan diskusi ringan dan foto bersama, sebagai simbol kebersamaan dan komitmen membangun komunikasi yang sehat antara komunitas dan pemangku kebijakan di Maluku Utara.(Red/Pandi)



















