TPQ Al-Ikhlas Tutuhu Butuh Perhatian Serius, Warga Desak Pemdes Perhatikan Pembangunan

Senin, 23 Maret 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPQ) Al-Ikhlas yang menjadi kebanggaan masyarakat Desa Tutuhu, Kabupaten Halmahera Selatan, hingga kini belum juga rampung pembangunannya. Kondisi tersebut memicu keprihatinan warga yang berharap pemerintah desa segera mengambil langkah nyata untuk mempercepat penyelesaian fasilitas pendidikan agama tersebut.

TPQ Al-Ikhlas selama ini digadang-gadang menjadi pusat pembinaan keagamaan bagi anak-anak di Desa Tutuhu. Namun, kondisi bangunan yang belum selesai membuat proses belajar mengajar belum dapat berjalan secara optimal. Sejumlah bagian bangunan masih terlihat belum layak digunakan, sehingga aktivitas pendidikan terpaksa dilakukan secara terbatas.

Warga menilai keberadaan TPQ sangat penting dalam membentuk karakter generasi muda, khususnya dalam memperkuat pemahaman agama sejak usia dini. Oleh karena itu, mereka mendesak Pemerintah Desa Tutuhu agar menjadikan pembangunan TPQ sebagai prioritas utama.

Baca Juga:  Kunjungan Pangdam XV/Pattimura Ke Halsel, Bassam Tegaskan Komitmen Kolaborasi

Sabri Hamid, mahasiswa asal Desa Tutuhu yang turut menyuarakan aspirasi masyarakat, menegaskan bahwa TPQ Al-Ikhlas merupakan aset penting bagi masa depan generasi desa.

“TPQ Al-Ikhlas adalah salah satu aset pendidikan agama yang sangat penting bagi generasi muda kita ke depan. Di sinilah anak-anak belajar membaca Al-Qur’an, memahami nilai-nilai agama, dan membentuk akhlak mereka. Karena itu, kami berharap pemerintah desa bisa lebih serius memprioritaskan pembangunannya,” ujarnya.(23/03/2026)

Ia menjelaskan bahwa pembangunan TPQ tersebut telah dimulai sejak Januari 2025. Namun hingga memasuki tahun 2026, progres pembangunan dinilai berjalan lambat dan belum menunjukkan tanda-tanda akan segera selesai.

Sabri juga mengungkapkan bahwa pembangunan TPQ Al-Ikhlas selama ini lebih banyak dilakukan melalui partisipasi masyarakat, bukan menggunakan dana desa. Padahal, menurutnya, dalam rencana kegiatan desa terdapat uraian program pembangunan pendidikan nonformal seperti PAUD, TK, TPA, TPQ, hingga madrasah.

Baca Juga:  Halsel Gelar Pendampingan Assessment Kesiapan Digital 2026, Perkuat Implementasi SPBE

“Pembangunan TPQ ini dilakukan secara swadaya oleh masyarakat. Sementara dalam rencana kegiatan desa ada program untuk pendidikan nonformal. Ini yang kami harapkan bisa menjadi perhatian pemerintah desa,” jelasnya.

Menurutnya, keterlambatan pembangunan tersebut berdampak langsung pada proses pendidikan anak-anak di desa, yang seharusnya sudah bisa menikmati fasilitas belajar yang lebih layak dan nyaman.

“Kami berharap pemerintah desa dapat segera mengambil kebijakan yang konkret agar pembangunan ini bisa dipercepat. Jangan sampai anak-anak kita terus menunggu tanpa kepastian. Mereka butuh tempat belajar yang layak sekarang, bukan nanti,” tambahnya.

Selain itu, warga juga berharap adanya transparansi dari pemerintah desa terkait proses pembangunan, baik dari sisi anggaran maupun tahapan pekerjaan, sehingga masyarakat dapat mengetahui sejauh mana progres yang telah dicapai.

Baca Juga:  UMK Halmahera Selatan Masih Mengacu UMP Maluku Utara, Disnakertrans Targetkan Penetapan 2027

Bagi masyarakat Desa Tutuhu, TPQ bukan sekadar bangunan fisik, melainkan simbol harapan akan lahirnya generasi yang berilmu dan berakhlak. Oleh karena itu, keterlambatan penyelesaian pembangunan dinilai sebagai persoalan serius yang perlu segera ditangani.

Masyarakat berharap, dengan adanya perhatian dan komitmen yang kuat dari Pemerintah Desa Tutuhu, pembangunan TPQ Al-Ikhlas dapat segera dirampungkan. Dengan demikian, fasilitas tersebut dapat difungsikan secara maksimal sebagai pusat pendidikan agama yang berkualitas bagi anak-anak di desa setempat.(Red/Pandi)

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Pemda Halbar Respon Cepat Masalah Sengketa Lahan Di Tosoa
Kebakaran Hanguskan Rumah Warga Di Desa Loleojaya, Pemdes Salurkan Bantuan
Rumah Din dan Sarni Di Loleojaya Ludes Terbakar, Harta Benda dan Dokumen Penting Ikut Musnah
Polres Halsel Gelar Upacara Peringatan Hari Juang Polri
Di Tengah Isu Referendum Maluku Utara, Boki Nita Serukan Persatuan Dan Pelestarian Adat
Bupati Bassam Kasuba Buka Festival Sepak Bola Anak Merdeka Di Stadion GBK Halsel 
Kadis Mangkir Di Saat RDP, Komisi III DPRD Halsel Usir Perwakilan Dinas Pariwisata
Excavator PT Intim Kara Melintas Di Jalan Umum, Warga Soroti Keselamatan Dan Potensi Kerusakan Jalan

Berita Terkait

Minggu, 23 Agustus 2026 - 05:47

Pemda Halbar Respon Cepat Masalah Sengketa Lahan Di Tosoa

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 12:11

Kebakaran Hanguskan Rumah Warga Di Desa Loleojaya, Pemdes Salurkan Bantuan

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 11:55

Rumah Din dan Sarni Di Loleojaya Ludes Terbakar, Harta Benda dan Dokumen Penting Ikut Musnah

Jumat, 21 Agustus 2026 - 13:36

Polres Halsel Gelar Upacara Peringatan Hari Juang Polri

Jumat, 21 Agustus 2026 - 10:11

Di Tengah Isu Referendum Maluku Utara, Boki Nita Serukan Persatuan Dan Pelestarian Adat

Berita Terbaru

BacaPost.Com

Pemda Halbar Respon Cepat Masalah Sengketa Lahan Di Tosoa

Minggu, 23 Agu 2026 - 05:47

BacaPost.Com

Polres Halsel Gelar Upacara Peringatan Hari Juang Polri

Jumat, 21 Agu 2026 - 13:36