Sungai Akelamo Tak Lagi Memisahkan, Warga Kawasi dan Soligi Siap Maju Bersama

Minggu, 1 Maret 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Selama puluhan tahun, Sungai Akelamo menjadi tantangan tersendiri bagi warga Desa Kawasi dan Desa Soligi di Kabupaten Halmahera Selatan. Menyeberangi sungai terbesar di Pulau Obi itu bukan perkara mudah, terutama saat arus deras dan cuaca buruk.

Kini, kondisi tersebut telah berubah. Sejak awal 2025, Jembatan Sungai Akelamo resmi beroperasi dan mengakhiri isolasi darat yang selama ini dirasakan masyarakat.

Sebagai satu-satunya jalur keluar (outlet) air dari Danau Karo, Sungai Akelamo memiliki peran vital, namun juga menjadi hambatan mobilitas. Sebelum jembatan dibangun, warga mengandalkan jembatan ponton dermaga apung sederhana yang dioperasikan secara manual dengan kapasitas terbatas untuk distribusi hasil perkebunan dan aktivitas sehari-hari.

Baca Juga:  Kejari Halsel Limpahkan Tersangka dan Barang Bukti Kasus Korupsi Dana Rutin ke Pengadilan Tipikor Ternate

Hadirnya jembatan sepanjang 105 meter dan lebar 20 meter yang dibangun dengan dukungan Harita Nickel kini membawa perubahan signifikan. Infrastruktur ini tidak hanya memangkas waktu tempuh, tetapi juga menjadi urat nadi baru bagi perekonomian masyarakat di pesisir barat dan selatan Pulau Obi.

Kepala Desa Soligi, Madaisi La Siriali, mengungkapkan bahwa sebelum ada jembatan, mobilitas warga sangat bergantung pada kondisi alam.

“Dulu warga harus menyesuaikan arus dan cuaca saat menyeberang. Sekarang akses lebih aman, cepat, dan efisien. Ini juga sangat memudahkan warga untuk menjangkau layanan kesehatan dan pendidikan,” ujarnya.(28/02/2026)

Hal senada disampaikan Kepala Desa Kawasi, Arifin Saroa. Ia menilai kehadiran jembatan membuka peluang kolaborasi ekonomi antardesa.

Baca Juga:  Pemkab Halsel Serahkan PBG kepada Ketua KJH Bertepatan Hari Pers Nasional

“Sekarang torang (kita) bisa atur dengan baik untuk berjualan bersama. Waina (ibu-ibu pedagang) dari Soligi dan Kawasi bisa bekerja sama karena akses darat sudah terbuka,” katanya.

Dampak positif pembangunan ini juga mendapat perhatian dari Perkumpulan Telapak. Asesor sosial organisasi tersebut, Mohammad Djufryhard, menilai kehadiran jembatan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Ia membandingkan pengalamannya saat berkunjung ke Pulau Obi pada 2023, ketika masih harus menyeberang menggunakan jembatan ponton, dengan kondisi pada 2025 saat jembatan telah beroperasi.

“Perubahan ini sangat terasa. Jembatan ini memudahkan akses antardesa serta membantu distribusi hasil pertanian dan perikanan. Ini merupakan nilai tambah dari pembangunan infrastruktur yang terus meningkat setiap tahun,” ungkapnya.

Baca Juga:  Tambang Emas Ilegal Kaputusang Beroperasi Terang-Terangan, Polres Halsel Dinilai Tutup Mata

Jembatan Akelamo merupakan fasilitas kedua yang dibangun oleh Harita Nickel. Sebelumnya, pada 2024, perusahaan tersebut juga telah meresmikan jembatan di dalam kawasan Desa Soligi dengan nilai investasi sekitar Rp1,25 miliar.

Head of External Relations Harita Nickel, Latif Supriadi, menegaskan bahwa pembangunan infrastruktur ini merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam mendorong pertumbuhan ekonomi dan peningkatan kualitas hidup masyarakat di wilayah lingkar tambang.

“Tanpa kolaborasi yang baik dengan masyarakat, pembangunan ini tidak akan terwujud. Kami berkomitmen untuk terus berperan aktif dalam meningkatkan kesejahteraan warga di sekitar area operasional,” pungkasnya. (Red/Pandi)

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Barisan Muda Makayoa Halsel Tolak Pembentukan Panitia Musyawarah Ke-III Di Ternate 
Pekan Depan Jailolo Street Coffee Bakal Hadir, GENPI Halbar Dorong Wajah Baru Pusat Kota
Warga Minta Bupati Halsel Dan Kadis DPMD Berkantor Di Kantor Desa Laigoma
Tak Perlu Lagi Berobat Jauh, Kehadiran Pustu Soligi dan Kawasi Dekatkan Akses Medis Warga Obi 
Diduga Tak Mampu Selesaikan Polemik, Iksan Kaleserang Pilih Laporkan Tiga Wartawan Anggota PWI
Sekdes Kusubibi Diduga Terseret Kasus TPPU, Polres dan Kejari Halsel Diminta Turun Tangan
Pemda Halsel Alokasikan Bansos Untuk Masyarakat Kurang Mampu Dan Biaya Akhir Studi Mahasiswa 
Kepala Desa Laigoma Samsul Marwa Diduga Jarang Berkantor, Warga Palang Kantor Desa

Berita Terkait

Jumat, 9 Oktober 2026 - 18:57

Barisan Muda Makayoa Halsel Tolak Pembentukan Panitia Musyawarah Ke-III Di Ternate 

Jumat, 9 Oktober 2026 - 12:39

Pekan Depan Jailolo Street Coffee Bakal Hadir, GENPI Halbar Dorong Wajah Baru Pusat Kota

Kamis, 8 Oktober 2026 - 13:56

Warga Minta Bupati Halsel Dan Kadis DPMD Berkantor Di Kantor Desa Laigoma

Kamis, 8 Oktober 2026 - 07:53

Tak Perlu Lagi Berobat Jauh, Kehadiran Pustu Soligi dan Kawasi Dekatkan Akses Medis Warga Obi 

Rabu, 7 Oktober 2026 - 16:20

Diduga Tak Mampu Selesaikan Polemik, Iksan Kaleserang Pilih Laporkan Tiga Wartawan Anggota PWI

Berita Terbaru