Halsel — BacaPost.Com, Proses pemindahan permukiman dan penataan kawasan baru di area pengembangan industri Harita Nickel di Pulau Obi terus menunjukkan perubahan signifikan dalam empat tahun terakhir.
Pihak perusahaan Megah Surya Pertiwi (MSP), Halmahera Persada Lygend (HPAL), dan Trimegah Bangun Pertiwi (TBP) saat ditemui wartawan di kantor CSAR mengungkapkan bahwa dinamika sosial-ekonomi masyarakat kini mulai berkembang seiring meningkatnya kebutuhan hunian dan ruang usaha.
Special Project Manager, Belly Martin, menyampaikan bahwa kebutuhan hunian karyawan melonjak tajam, terlihat dari banyaknya kos-kosan yang telah terbangun. “Kos-kosan itu ada yang satu kamar, ada yang dua. Saat ini sekitar 400 kamar sudah penuh,” ungkapnya. Selain itu, pembangunan hunian baru juga terlihat di area komersial, baik yang dibangun oleh masyarakat maupun pemilik lahan.
Meski demikian, proses pemindahan warga dan penyesuaian infrastruktur masih berlangsung secara bertahap. “Pemindahan tidak bisa dilakukan cepat. Kita berproses pelan-pelan karena berhubungan dengan manusia. Prinsipnya harus humanis,” ujarnya.
Tanda-tanda pertumbuhan ekonomi juga mulai tampak. Dengan perpindahan masyarakat ke area baru, aktivitas perdagangan semakin hidup. Banyak warga mulai berebut peluang untuk membuka kios. “Banyak yang bertanya apakah mereka mendapat jatah kios atau tidak. Dari sisi positif, itu menunjukkan ekonomi mulai bergerak,” jelas Belly.
Penentuan penerima kios sendiri akan disesuaikan dengan aturan dan kategori yang berlaku, termasuk mempertimbangkan aset yang dimiliki warga. “Kalau berhak, akan segera diproses. Kalau tidak, kita carikan solusinya,” tambahnya.
Pihak perusahaan menegaskan bahwa meski masih ada tantangan, perubahan nyata telah dirasakan masyarakat dalam empat tahun terakhir. “Dibandingkan empat tahun lalu, perubahannya besar. Kami ingin memastikan proses pemindahan dan pembangunan berjalan baik serta tetap mengedepankan nilai-nilai kemanusiaan,” tutup Belly.
(Red)



















