Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Bacan melalui Bidang Sumber Daya Alam dan Lingkungan Hidup (SDA-LH) kembali melontarkan kritik tajam terhadap Pemerintah Kabupaten Halmahera Selatan.(29/04/2026)
Organisasi tersebut menyatakan akan menggelar aksi sebagai bentuk protes atas sikap Bupati Halmahera Selatan yang dinilai belum mengambil langkah tegas terkait dugaan keterlibatan Kepala Desa Kaputusan, Milka Dadana, dalam aktivitas Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI).
Ketua Bidang SDA-LH HMI Cabang Bacan, Afrizal Kasim, menyebut lambannya respons pemerintah daerah memunculkan kesan bahwa Bupati takut mengambil keputusan untuk mencopot kepala desa yang bersangkutan.
“Jika memang terbukti terlibat, tidak ada alasan untuk mempertahankan jabatan tersebut. Jangan sampai publik menilai Bupati takut bertindak,” tegasnya.
HMI menilai, dugaan keterlibatan oknum kepala desa dalam aktivitas ilegal merupakan bentuk pengkhianatan terhadap amanah jabatan, serta berpotensi merusak lingkungan dan mengancam keselamatan masyarakat.
Selain itu, mereka juga menyoroti dampak serius dari aktivitas PETI yang dinilai semakin meluas, seperti kerusakan hutan, pencemaran sungai, hingga potensi konflik sosial di tengah masyarakat.
HMI Cabang Bacan menegaskan, kepala desa seharusnya menjadi garda terdepan dalam menjaga wilayah dari aktivitas ilegal, bukan justru diduga ikut terlibat.
Mereka pun memberikan ultimatum kepada Pemerintah Kabupaten Halmahera Selatan agar segera mengambil tindakan tegas. Jika tidak, aksi besar-besaran akan dilakukan dalam waktu dekat.
“Aksi ini adalah bentuk komitmen kami untuk mengawal persoalan ini hingga ada kejelasan dan keadilan bagi masyarakat,” tutup Afrizal.(Red/Pandi)



















