Pelayanan air bersih oleh Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) di Kota Jailolo kembali menjadi sorotan. Distribusi air yang tidak lancar membuat warga di sejumlah wilayah kesulitan memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Sejumlah kawasan padat penduduk seperti Desa Gufasa, Jalan Baru, hingga Hoku-hoku dilaporkan mengalami gangguan paling parah. Air tidak hanya mengalir dengan debit kecil, tetapi juga kerap baru tersedia pada malam hingga dini hari dengan tekanan yang sangat lemah.
Warga mengaku kondisi ini bukan hal baru. Gangguan distribusi disebut telah terjadi sejak bulan Ramadan dan hingga kini belum menunjukkan adanya perbaikan yang signifikan.
“Air sudah lama tidak normal. Hampir tiap hari kami kesulitan. Harusnya ini jadi perhatian serius, bukan dibiarkan berlarut,” ujar salah satu warga Hoku-hoku, (01/04/2026).
Di Desa Jalan Baru, kondisi serupa juga dirasakan. Warga menyebut air baru mengalir sekitar pukul 02.00 WIT, itupun dalam kondisi tersendat.
“Airnya jalan, tapi sangat pelan. Kami sudah berkali-kali mengadu, tapi belum ada perubahan. Mau tidak mau kami tunggu malam,” keluh seorang warga.
Gangguan distribusi ini turut berdampak pada pelaku usaha kecil. Seorang pemilik warung makan di Desa Gufasa mengaku usahanya terganggu akibat pasokan air yang kerap mati total hingga dua sampai tiga hari.
“Kalau air tidak jalan, kami terpaksa cari ke tempat lain. Pernah sampai mandi di desa sebelah. Padahal iuran tiap bulan tetap kami bayar,” ujarnya.
Selain itu, warga juga menyoroti lemahnya pengawasan serta manajemen distribusi air oleh pihak PDAM. Mereka menduga distribusi belum dilakukan secara merata, sehingga wilayah padat penduduk lebih sering terdampak.
Warga berharap pemerintah daerah dan pihak PDAM segera melakukan pembenahan agar pelayanan air bersih dapat berjalan normal dan dirasakan secara adil oleh seluruh masyarakat.(Red)



















