81 Tahun Merdeka, Warga Pulau Obi Masih Terbelenggu Infrastruktur

Senin, 17 Agustus 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Di tengah gegap gempita perayaan HUT ke-81 Republik Indonesia, suara keprihatinan justru datang dari Pulau Obi, Kabupaten Halmahera Selatan, Maluku Utara. Bagi sebagian warga, makna kemerdekaan dinilai belum sepenuhnya hadir karena persoalan infrastruktur yang hingga kini masih membelenggu kehidupan mereka.

Anggota Komisi II DPRD Halmahera Selatan dari Daerah Pemilihan (Dapil) IV Obi, Yulianto Tiwouw, menilai ketertinggalan infrastruktur membuat masyarakat di sejumlah wilayah Pulau Obi belum merasakan kemerdekaan secara utuh.

“Yang kami rasakan sampai saat ini, terutama dari segi infrastruktur, masyarakat Pulau Obi belum merasa merdeka,” ujar Yulianto, (17/08/2026).

Sorotan utama diarahkan pada Kecamatan Obi Selatan dan Obi Timur. Di Desa Bobo dan Desa Wooi, keterbatasan akses transportasi masih menjadi persoalan serius yang menghambat mobilitas warga sekaligus memperlambat perputaran ekonomi.

Baca Juga:  KPU Halsel Tandatangan Komitmen Bersama Pembangunan Zona Integritas Menuju Wilayah Bebas Dari Korupsi

Transportasi laut yang menjadi tumpuan utama masyarakat juga dinilai belum memadai. Kondisi semakin memprihatinkan karena Desa Wooi hingga kini belum tersambung jaringan listrik.

Ketiadaan listrik tidak hanya membuat desa gelap saat malam hari, tetapi juga berdampak langsung terhadap aktivitas pendidikan dan ekonomi masyarakat.

“Masalah listrik belum sampai ke Desa Wooi. Ini salah satu kendala utama, salah satu faktor mengapa masyarakat merasa belum merasakan kemerdekaan itu ada di pihak mereka,” tegas Yulianto.

Politisi Partai Hanura itu menegaskan, persoalan infrastruktur di Pulau Obi bukan masalah yang berdiri sendiri. Keterbatasan akses transportasi turut memutus rantai pelayanan publik, mulai dari kesehatan, pendidikan hingga aktivitas ekonomi.

Baca Juga:  Dinas PUPR Halsel Diguncang Skandal Proyek: 13 Paket Bermasalah, Kelebihan Pembayaran Tembus Miliaran Rupiah

“Perhubungan laut itu sangat berpengaruh. Dari situlah akses ke pelayanan kesehatan, pendidikan, hingga perputaran ekonomi bermula,” katanya.

Kondisi warga Desa Wooi menjadi semakin sulit ketika musim angin selatan tiba. Gelombang tinggi membuat perjalanan laut menuju pusat pemerintahan kecamatan menjadi berisiko. Sementara itu, akses jalan darat yang menghubungkan Desa Wooi dengan Desa Sum hingga kini belum tersedia.

“Kalau musim angin selatan tiba, ombak besar membuat perjalanan sangat susah dan sulit untuk menjangkau ibu kota kecamatan. Sementara, jalan darat untuk mereka belum ada,” jelasnya.

Karena itu, momentum HUT ke-81 RI diharapkan tidak sekadar menjadi seremoni tahunan. Yulianto meminta pemerintah daerah dan pemerintah pusat menjadikan pembangunan infrastruktur di Pulau Obi sebagai prioritas, khususnya dalam target pembangunan 2028.

Baca Juga:  Kasus HIV Di Halmahera Selatan Meningkat, Dinkes Catat 185 Kasus Dalam Lima Tahun Terakhir

Ia berharap rencana pembangunan Jalan Lingkar Pulau Obi benar-benar direalisasikan sehingga wilayah-wilayah yang selama ini terisolasi dapat terhubung dengan pusat pelayanan dan aktivitas ekonomi.

“Harapan saya ke depan, pembangunan di zona Pulau Obi pada Tahun 2028 nanti bisa merealisasikan proyek Jalan Lingkar Pulau Obi,” pungkas Yulianto.

Bagi masyarakat Pulau Obi, kemerdekaan bukan hanya tentang Merah Putih yang berkibar dan lagu kebangsaan yang berkumandang. Kemerdekaan juga berarti hadirnya jalan yang layak, transportasi yang aman, listrik yang menerangi rumah-rumah warga, serta akses yang setara terhadap pendidikan, kesehatan dan ekonomi.

Setelah 81 tahun Indonesia merdeka, pekerjaan rumah itu masih menunggu untuk dituntaskan di Pulau Obi. (Red/SI)

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Warga Minta Bupati Halsel Dan Kadis DPMD Berkantor Di Kantor Desa Laigoma
Tak Perlu Lagi Berobat Jauh, Kehadiran Pustu Soligi dan Kawasi Dekatkan Akses Medis Warga Obi 
Diduga Tak Mampu Selesaikan Polemik, Iksan Kaleserang Pilih Laporkan Tiga Wartawan Anggota PWI
Sekdes Kusubibi Diduga Terseret Kasus TPPU, Polres dan Kejari Halsel Diminta Turun Tangan
Pemda Halsel Alokasikan Bansos Untuk Masyarakat Kurang Mampu Dan Biaya Akhir Studi Mahasiswa 
Kepala Desa Laigoma Samsul Marwa Diduga Jarang Berkantor, Warga Palang Kantor Desa
Kapolda Malut Batal Kunker ke Halsel, Ini Alasannya 
Polsek Jailolo Selatan Kawal Aksi Warga Tolak Pemberhentian Kades Sidangoli Dehe

Berita Terkait

Kamis, 8 Oktober 2026 - 13:56

Warga Minta Bupati Halsel Dan Kadis DPMD Berkantor Di Kantor Desa Laigoma

Kamis, 8 Oktober 2026 - 07:53

Tak Perlu Lagi Berobat Jauh, Kehadiran Pustu Soligi dan Kawasi Dekatkan Akses Medis Warga Obi 

Rabu, 7 Oktober 2026 - 16:20

Diduga Tak Mampu Selesaikan Polemik, Iksan Kaleserang Pilih Laporkan Tiga Wartawan Anggota PWI

Rabu, 7 Oktober 2026 - 10:16

Sekdes Kusubibi Diduga Terseret Kasus TPPU, Polres dan Kejari Halsel Diminta Turun Tangan

Rabu, 7 Oktober 2026 - 07:19

Pemda Halsel Alokasikan Bansos Untuk Masyarakat Kurang Mampu Dan Biaya Akhir Studi Mahasiswa 

Berita Terbaru