Desa-Desa di Kepulauan Gura’ici Diteror Pengebom Ikan, Polairud Diminta Turun Tangan

Sabtu, 8 November 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Halsel — BacaPost.Com, Kegiatan pengeboman ikan masih marak terjadi di sepuluh desa di Kepulauan Gura’ici, Kecamatan Kayoa, Kabupaten Halmahera Selatan. Aksi penangkapan ikan menggunakan bahan peledak ini bahkan dilakukan tak jauh dari pemukiman warga, yang sebagian besar berprofesi sebagai nelayan tradisional.

Selain merusak gugusan terumbu karang, aktivitas ilegal tersebut juga merugikan nelayan yang mencari ikan dengan cara ramah lingkungan. Pasalnya, ledakan bom merusak ekosistem laut dan mengancam keberlanjutan hasil tangkapan mereka.

Kepala Desa Gunange, Kecamatan Kayoa, Den Muhajir, mengungkapkan bahwa dalam dua pekan terakhir, para nelayan di sepuluh desa pesisir Gura’ici dibuat resah oleh maraknya aksi pengeboman ikan.

“Kami hanya bisa melihat dari jauh. Ketika kami coba mendekat, mereka langsung menjauh dan menghilang karena takut tertangkap,” ungkap Den Muhajir, (05/11/2025).

Baca Juga:  IPMB Kecam Inspektorat Halsel, Diduga “Main Mata” Dalam Audit Dana Desa Busua

Menurutnya, aksi pengeboman ikan di wilayah Kepulauan Gura’ici hampir terjadi setiap bulan, dan dalam dua pekan terakhir intensitasnya meningkat. Aksi terbaru bahkan terjadi pada Selasa, 4 November 2025.

“Kami meminta Polairud maupun Angkatan Laut agar lebih jeli dan melakukan patroli laut secara khusus di perairan Makean–Kayoa, terutama di sekitar Kepulauan Gura’ici. Mereka harus ditangkap, karena sudah banyak nelayan yang mengeluh. Ini sudah menjadi keresahan bersama,” tegasnya.

Diketahui, masyarakat di pesisir Kepulauan Makean–Kayoa, khususnya di Gura’ici, menggantungkan hidup dari hasil laut. Jika praktik pengeboman ikan ini terus dibiarkan, dikhawatirkan akan menimbulkan kerugian ekonomi dan kerusakan ekosistem laut yang berkepanjangan bagi masyarakat pesisir.

Baca Juga:  Warkop Halsel Soroti Efisiensi Anggaran Dalam Dialog Publik Sambut HUT RI Ke-81

 

(Red)

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Warga Minta Bupati Halsel Dan Kadis DPMD Berkantor Di Kantor Desa Laigoma
Tak Perlu Lagi Berobat Jauh, Kehadiran Pustu Soligi dan Kawasi Dekatkan Akses Medis Warga Obi 
Diduga Tak Mampu Selesaikan Polemik, Iksan Kaleserang Pilih Laporkan Tiga Wartawan Anggota PWI
Sekdes Kusubibi Diduga Terseret Kasus TPPU, Polres dan Kejari Halsel Diminta Turun Tangan
Pemda Halsel Alokasikan Bansos Untuk Masyarakat Kurang Mampu Dan Biaya Akhir Studi Mahasiswa 
Kepala Desa Laigoma Samsul Marwa Diduga Jarang Berkantor, Warga Palang Kantor Desa
Kapolda Malut Batal Kunker ke Halsel, Ini Alasannya 
Polsek Jailolo Selatan Kawal Aksi Warga Tolak Pemberhentian Kades Sidangoli Dehe

Berita Terkait

Kamis, 8 Oktober 2026 - 13:56

Warga Minta Bupati Halsel Dan Kadis DPMD Berkantor Di Kantor Desa Laigoma

Kamis, 8 Oktober 2026 - 07:53

Tak Perlu Lagi Berobat Jauh, Kehadiran Pustu Soligi dan Kawasi Dekatkan Akses Medis Warga Obi 

Rabu, 7 Oktober 2026 - 16:20

Diduga Tak Mampu Selesaikan Polemik, Iksan Kaleserang Pilih Laporkan Tiga Wartawan Anggota PWI

Rabu, 7 Oktober 2026 - 10:16

Sekdes Kusubibi Diduga Terseret Kasus TPPU, Polres dan Kejari Halsel Diminta Turun Tangan

Rabu, 7 Oktober 2026 - 07:19

Pemda Halsel Alokasikan Bansos Untuk Masyarakat Kurang Mampu Dan Biaya Akhir Studi Mahasiswa 

Berita Terbaru