Halsel — BacaPost.Com. Desa Sumber Makmur, Kecamatan Gane Timur, Kabupaten Halmahera Selatan, kembali dilanda banjir kilat meski hanya diguyur hujan ringan selama dua hari. Intensitas hujan yang tidak besar ini sudah cukup memutus sejumlah titik akses jalan, menegaskan betapa rentannya infrastruktur di wilayah tersebut.
Koordinator Tim Ekspedisi Patriot Trans Gane sekaligus Peneliti PSPK UGM, Mohammad Ghofur, menjelaskan bahwa banjir dipicu oleh hujan setelah beberapa hari cuaca panas terik. Kondisi ini menunjukkan lingkungan dan jaringan jalan di Sumber Makmur makin tidak mampu menahan aliran air.
Banjir terjadi sekitar pukul 07.00 WIT dan berdampak pada seluruh area permukiman mulai dari Satuan Pemukiman (SP) 1A, 1B, SP 2, hingga SP 3. Sejumlah barang dan perabotan warga ikut terendam. (03/12/2025)
Kekhawatiran warga meningkat setelah beberapa wilayah seperti Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat sebelumnya dilanda banjir dan longsor. Pola kerusakan lingkungan yang sama kini mulai terlihat di kawasan Trans-Gane Timur.
Sumber Makmur hanya memiliki satu akses utama, yakni jalan poros Gurua–Sumber Makmur sepanjang ±18 kilometer. Jalan ini rusak berat dan mudah tergenang. Bahkan, sebuah ambulans pengangkut jenazah dari Weda sempat terjebak lumpur hingga jenazah terpaksa dipindahkan ke mobil pikap milik warga.
Jika banjir besar atau longsor menutup total jalur tersebut, ribuan warga di SP 1 hingga SP 6 berpotensi terisolasi, terutama kelompok rentan seperti anak-anak, perempuan, lansia, dan penyandang disabilitas.
Melalui siaran pers, Tim TEP Patriot PSPK UGM menyampaikan lima tuntutan mendesak warga:
1. Perbaikan segera jalan poros Gurua–Sumber Makmur (±18 km)
2. Penguatan tebing dengan pendekatan teknik dan ekologis
3. Normalisasi sungai dan pemulihan kawasan sempadan
4. Audit tata ruang serta pengendalian alih fungsi lahan di wilayah hulu
5. Penyusunan rencana kontinjensi dan sistem peringatan dini
Banjir kilat ini dinilai sebagai tanda melemahnya perlindungan ruang hidup warga. Masyarakat berharap pemerintah daerah segera memprioritaskan penanganan sebelum terjadi bencana yang lebih besar.
Hingga berita ini diterbitkan, BPBD Halmahera Selatan belum memberikan tanggapan atas konfirmasi yang disampaikan.
(Red)



















