Halsel — BacaPost.Com, Aktivitas bongkar muat di Pelabuhan Kawasi kembali menjadi perhatian setelah sejumlah faktor dinilai mempengaruhi waktu keberangkatan kapal. Salah satu nahkoda KM Teratai Prima Satu, Fatir Nasir, menjelaskan bahwa keterlambatan keberangkatan kapal bukan hanya disebabkan oleh dokumen, tetapi juga hal teknis lainnya. (24/11/2025)
Menurut Fatir, proses keberangkatan kapal tidak bisa disimpulkan hanya dari satu penyebab.
“Kadang dokumen cepat selesai, tapi muatan belum selesai dibongkar. Kadang muatan sudah selesai, dokumen masih diproses. Jadi tidak bisa difokuskan hanya ke satu masalah,” jelasnya.
Selain dokumen dan muatan, cuaca juga turut mempengaruhi proses di lapangan. Selama pembongkaran, hujan kerap membuat aktivitas terhenti sehingga kendaraan pengangkut barang terlambat.
Fatir juga menjelaskan teknis pembongkaran yang berlaku di Pelabuhan Kawasi.
“Selama saya di sini, barang biasanya ditaruh dulu di terminal. Barang ringan bisa langsung dimuat ke motor atau mobil, tapi barang berat seperti besi atau baja ringan biasanya ditampung dulu,” ujarnya.
Meski demikian, ia mengaku belum mengetahui apakah aturan memuat barang langsung ke kendaraan merupakan ketentuan resmi atau hanya kebiasaan teknis berdasarkan kesepakatan buruh dan pihak pelabuhan.
Fatir berharap fasilitas pelabuhan, khususnya pelabuhan rakyat di Kawasi, dapat diperbaiki dan dilengkapi agar aktivitas bongkar muat ke depan lebih efektif.
“Sekarang sedang dalam proses pembangunan. Harapannya cepat selesai dan lebih layak, karena kalau musim barat selatan ombak di sini cukup besar. Kondisi pelabuhan yang ada sekarang membuat kapal kesulitan,” katanya.
Selain itu, ia juga berpesan kepada para buruh agar bekerja lebih cepat namun tetap memperhatikan keselamatan.
Untuk kondisi terakhir hari ini, Fatir memastikan proses sudah berjalan normal.
“Semua aman. Barang sudah selesai, dokumen juga sudah ready. Jadi kapal sudah siap berangkat,” tegasnya.
(Red)



















