Polemik Tender Cathlab RSUD Labuha Memanas, PKB dan Perindo Desak BPPBJ Buka-bukaan

Rabu, 15 Juli 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Polemik dugaan pengaturan pemenang tender proyek Rehabilitasi Ruangan Cathlab RSUD Labuha kian memanas. Setelah Ketua Badan Pemenangan Pemilu (Bapilu) Partai NasDem Halmahera Selatan, Haedar Mahmud, melaporkan dugaan tersebut ke Polres Halmahera Selatan, persoalan itu kini bergulir ke DPRD dan mendapat sorotan dari sejumlah legislator lintas partai.

Laporan Haedar Mahmud telah tercatat dalam Surat Tanda Penerimaan Laporan (STPL) Nomor: STPL/374/VII/2026/SPKT tertanggal 1 Juli 2026. Dugaan tersebut berkaitan dengan proses tender proyek Rehabilitasi Ruangan Cathlab RSUD Labuha yang diduga tidak berjalan sesuai prinsip transparansi dan persaingan usaha yang sehat.

Menanggapi persoalan itu, Wakil Ketua I DPRD Halmahera Selatan, Muslim Hi Rakib dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), memastikan DPRD akan membawa persoalan tersebut dalam agenda pembahasan prognosis semester pertama dan semester kedua APBD.

Baca Juga:  KM Teratai Prima Satu Pastikan Berangkat, Setelah Proses Bongkar Muat Sempat Terhambat

Menurut Muslim, Badan Musyawarah (Banmus) telah menjadwalkan pembahasan bersama pemerintah daerah, termasuk memanggil Badan Pengelolaan Pengadaan Barang dan Jasa (BPPBJ) untuk memberikan penjelasan, tetapi kemungkinan pemerintah daerah belum siap, sekaligus salah satu anggota partai PKS iksan Kaliseran yang diduga mengatur atau mencampur soal tender tersebut

 

“Dalam tahapan pembahasan nanti kami akan mengundang seluruh OPD terkait, termasuk BPPBJ. Kalau dalam rapat berkembang adanya dugaan seperti yang menjadi perhatian publik, tentu akan kami tindak lanjuti dan meminta penjelasan,” ujarnya. (15/06/2036)

Sementara itu, Anggota Komisi I DPRD Halmahera Selatan, Tamrin Hi Hasim dari Partai Perindo, menilai laporan yang telah masuk ke kepolisian menunjukkan persoalan tersebut tidak lagi bisa dipandang sebagai masalah biasa.

Baca Juga:  ABPEDNAS Halmahera Barat Gelar Aksi Damai Tuntut Kejelasan Pembayaran Siltap Dan Tunjangan

Menurut Tamrin, mekanisme sanggah sebenarnya tersedia dalam proses pengadaan barang dan jasa. Namun ketika peserta tender memilih menempuh jalur hukum, hal itu menunjukkan adanya persoalan yang perlu dievaluasi secara serius.

“Kalau sampai pengusaha memilih mencari keadilan ke aparat penegak hukum, berarti ada sesuatu yang perlu dievaluasi. Harusnya ada mekanisme internal yang bisa menyelesaikan persoalan. Tapi ketika sudah sampai ke polisi, ini menjadi perhatian kami,” katanya.

Tamrin menegaskan Komisi I DPRD akan mengusulkan pemanggilan BPPBJ guna meminta klarifikasi terkait dugaan intervensi dalam proses tender.

“Kami tidak boleh berdiam diri. Kami akan membahasnya di internal komisi dan menjadwalkan pemanggilan BPPBJ agar persoalan ini menjadi terang. Jika benar ada intervensi dalam proses tender, tentu akan berdampak terhadap prinsip persaingan usaha yang sehat dan rasa keadilan bagi para peserta lelang,” tegasnya.

Baca Juga:  Diduga Salahgunakan Dana Desa, Tiga Kades di Halsel Dipanggil DPRD

Sorotan terhadap kasus tersebut juga datang dari unsur legislatif lintas partai, termasuk PKS, yang sebelumnya menyatakan akan meminta penjelasan kepada pihak terkait apabila ditemukan indikasi penyimpangan dalam proses pengadaan. Desakan dari PKB dan Perindo semakin memperkuat dorongan agar proses tender proyek Cathlab RSUD Labuha diusut secara transparan. (Red/Pandi)

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Pemda Halbar Respon Cepat Masalah Sengketa Lahan Di Tosoa
Kebakaran Hanguskan Rumah Warga Di Desa Loleojaya, Pemdes Salurkan Bantuan
Rumah Din dan Sarni Di Loleojaya Ludes Terbakar, Harta Benda dan Dokumen Penting Ikut Musnah
Polres Halsel Gelar Upacara Peringatan Hari Juang Polri
Di Tengah Isu Referendum Maluku Utara, Boki Nita Serukan Persatuan Dan Pelestarian Adat
Bupati Bassam Kasuba Buka Festival Sepak Bola Anak Merdeka Di Stadion GBK Halsel 
Kadis Mangkir Di Saat RDP, Komisi III DPRD Halsel Usir Perwakilan Dinas Pariwisata
Excavator PT Intim Kara Melintas Di Jalan Umum, Warga Soroti Keselamatan Dan Potensi Kerusakan Jalan

Berita Terkait

Minggu, 23 Agustus 2026 - 05:47

Pemda Halbar Respon Cepat Masalah Sengketa Lahan Di Tosoa

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 12:11

Kebakaran Hanguskan Rumah Warga Di Desa Loleojaya, Pemdes Salurkan Bantuan

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 11:55

Rumah Din dan Sarni Di Loleojaya Ludes Terbakar, Harta Benda dan Dokumen Penting Ikut Musnah

Jumat, 21 Agustus 2026 - 13:36

Polres Halsel Gelar Upacara Peringatan Hari Juang Polri

Jumat, 21 Agustus 2026 - 10:11

Di Tengah Isu Referendum Maluku Utara, Boki Nita Serukan Persatuan Dan Pelestarian Adat

Berita Terbaru

BacaPost.Com

Pemda Halbar Respon Cepat Masalah Sengketa Lahan Di Tosoa

Minggu, 23 Agu 2026 - 05:47

BacaPost.Com

Polres Halsel Gelar Upacara Peringatan Hari Juang Polri

Jumat, 21 Agu 2026 - 13:36