Pelaksanaan Job Fair yang digelar Pemerintah Kabupaten Halmahera Selatan melalui Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) pada 9–15 Juni 2026 berhasil menarik minat ratusan pencari kerja. Tercatat sebanyak 445 orang mendaftar untuk mengisi berbagai lowongan kerja yang tersedia di sejumlah perusahaan dan lembaga yang beroperasi di wilayah Halmahera Selatan.
Kepala Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Halmahera Selatan, Daud Djubedi, SH., LL.M, saat ditemui di ruang kerjanya, menjelaskan bahwa dari total 445 pelamar tersebut, terdiri dari 294 laki-laki dan 151 perempuan, serta terdapat 2 penyandang disabilitas yang ikut mendaftar.
“Dari total pelamar, sebanyak 327 orang merupakan kelahiran Halmahera Selatan, sementara 118 orang lahir di luar Halmahera Selatan,” ujar Daud.
Ia juga menyebutkan bahwa berdasarkan domisili, sebanyak 393 pelamar berdomisili di Halmahera Selatan, sedangkan 52 lainnya berasal dari luar daera.
Dari sisi kompetensi, tercatat 158 pelamar memiliki keterampilan atau keahlian khusus (skill), sementara 287 lainnya masuk kategori non-skill. Selain itu, sebanyak 102 pelamar melakukan pendaftaran secara online.
Daud berharap seluruh pelamar yang mengikuti Job Fair tersebut dapat memperoleh kesempatan kerja. Menurutnya, Disnaker Halsel telah berkoordinasi dengan sejumlah perusahaan, termasuk PT Harita Nickel, agar memberikan prioritas kepada tenaga kerja lokal.
“Kami sudah menyampaikan kepada pihak perusahaan bahwa terdapat tiga kategori prioritas penerimaan tenaga kerja, yaitu ring satu Halmahera Selatan, ring dua Maluku Utara, dan ring tiga di luar Maluku Utara. Namun yang tetap menjadi prioritas utama adalah putra-putri Halmahera Selatan,” tegasnya.
Lebih lanjut, Daud menjelaskan bahwa para pencari kerja tersebut melamar di berbagai perusahaan dan sektor usaha yang membuka lowongan dalam Job Fair, di antaranya MR.DIY, Telkomsel, Bank Saruma, Bank Syariah Indonesia (BSI), sejumlah lembaga perbankan, serta perusahaan-perusahaan yang beroperasi di wilayah Halmahera Selatan.
Ia menambahkan, terdapat beberapa posisi kerja yang tidak mensyaratkan ijazah formal, seperti posisi pemanen di GMM. Namun secara umum, perusahaan-perusahaan yang berada di bawah naungan PT Harita Nickel menetapkan syarat pendidikan minimal lulusan Sekolah Menengah Atas (SMA) atau sederajat.
“Untuk posisi tertentu seperti pemanen di GMM tidak mensyaratkan ijazah. Namun rata-rata kebutuhan tenaga kerja di lingkungan PT Harita Nickel mensyaratkan pendidikan minimal SMA,” jelasnya.
Disnaker Halmahera Selatan berharap pelaksanaan Job Fair ini dapat menjadi jembatan antara pencari kerja dan perusahaan, sekaligus membantu menekan angka pengangguran serta meningkatkan penyerapan tenaga kerja lokal di daerah.(Red/Pandi)



















