Pemprov Malut Prioritaskan Pabrik Es Dan Budidaya Rumput Laut Di Halmahera Selatan

Jumat, 10 April 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Maluku Utara, Fauji Soamole, menegaskan komitmen pemerintah provinsi dalam memperkuat sektor perikanan di Kabupaten Halmahera Selatan.

Hal itu disampaikan Fauji saat diwawancarai dalam agenda Simposium Perikanan dan Kelautan yang digelar di Aula Bupati Halmahera Selatan, Jumat (10/04/2026).

Menurutnya, pembangunan cold storage atau pabrik es menjadi salah satu prioritas utama pemerintah provinsi. Fasilitas ini dinilai krusial untuk menjaga kualitas hasil tangkapan nelayan, khususnya di wilayah Halmahera Selatan.

“Pembangunan pabrik es ini memang menjadi kewenangan pemerintah provinsi, namun tetap membutuhkan kolaborasi dengan pemerintah daerah demi kepentingan masyarakat,” ujarnya.

Selain itu, Pemprov Maluku Utara juga melanjutkan program budidaya rumput laut yang telah berjalan sejak tahun sebelumnya. Pada tahun ini, program tersebut akan ditingkatkan, baik dari sisi kapasitas produksi maupun dukungan sarana.

Baca Juga:  Dugaan Keruk Tanah Ilegal Di Halsel Mencuat, Polda Malut Diminta Bongkar Aktor Di Balik Aktivitas

Adapun lokasi pengembangan budidaya rumput laut difokuskan di Pulau Obi dan Desa Joronga. Bantuan yang disiapkan meliputi bibit unggul, peralatan budidaya, serta sarana dan prasarana pendukung lainnya.

“Tahun ini kita tingkatkan kapasitasnya, baik dari sisi bibit maupun peralatan budidaya,” jelas Fauji.

Terkait program desa nelayan, Fauji menyebutkan terdapat sekitar 15 desa yang masuk dalam rencana pengembangan. Namun, data tersebut masih akan diverifikasi lebih lanjut di lapangan.

“Untuk desa nelayan ada sekitar 15 desa, tapi masih harus diverifikasi. Dalam waktu dekat kami akan turun langsung ke Desa Bajo, Kecamatan Botang Lomang, untuk memastikan kesiapan,” tambahnya.

Ia juga menekankan bahwa anggaran untuk program desa nelayan tergolong besar, sehingga harus dimanfaatkan secara tepat dan sesuai peruntukannya.

Baca Juga:  Jalan Rusak di Aren Jaya Bekasi Timur Dikeluhkan Warga

“Anggaran per desa nelayan sekitar Rp23 miliar. Kami berharap desa yang ditetapkan benar-benar mampu mengelola dan memanfaatkannya dengan baik,” tutupnya.(Red/Pandi)

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Pemda Halbar Respon Cepat Masalah Sengketa Lahan Di Tosoa
Kebakaran Hanguskan Rumah Warga Di Desa Loleojaya, Pemdes Salurkan Bantuan
Rumah Din dan Sarni Di Loleojaya Ludes Terbakar, Harta Benda dan Dokumen Penting Ikut Musnah
Polres Halsel Gelar Upacara Peringatan Hari Juang Polri
Di Tengah Isu Referendum Maluku Utara, Boki Nita Serukan Persatuan Dan Pelestarian Adat
Bupati Bassam Kasuba Buka Festival Sepak Bola Anak Merdeka Di Stadion GBK Halsel 
Kadis Mangkir Di Saat RDP, Komisi III DPRD Halsel Usir Perwakilan Dinas Pariwisata
Excavator PT Intim Kara Melintas Di Jalan Umum, Warga Soroti Keselamatan Dan Potensi Kerusakan Jalan

Berita Terkait

Minggu, 23 Agustus 2026 - 05:47

Pemda Halbar Respon Cepat Masalah Sengketa Lahan Di Tosoa

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 12:11

Kebakaran Hanguskan Rumah Warga Di Desa Loleojaya, Pemdes Salurkan Bantuan

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 11:55

Rumah Din dan Sarni Di Loleojaya Ludes Terbakar, Harta Benda dan Dokumen Penting Ikut Musnah

Jumat, 21 Agustus 2026 - 13:36

Polres Halsel Gelar Upacara Peringatan Hari Juang Polri

Jumat, 21 Agustus 2026 - 10:11

Di Tengah Isu Referendum Maluku Utara, Boki Nita Serukan Persatuan Dan Pelestarian Adat

Berita Terbaru

BacaPost.Com

Pemda Halbar Respon Cepat Masalah Sengketa Lahan Di Tosoa

Minggu, 23 Agu 2026 - 05:47

BacaPost.Com

Polres Halsel Gelar Upacara Peringatan Hari Juang Polri

Jumat, 21 Agu 2026 - 13:36