Organisasi mahasiswa di kota ternate, SEMAHABAR Kota Ternate kembali menyoroti dugaan aktivitas galian C yang berada di bawah naungan PT Citra Bangun Nusantara (CBN), yang disebut tidak memiliki kelengkapan dokumen perizinan serta diduga beroperasi tidak sesuai dengan izin yang berlaku.
Upaya konfirmasi yang dilakukan langsung kepada Site Manager PT CBN, Slamet Mujiono, justru berujung buntu. Alih-alih memberikan penjelasan, yang bersangkutan memilih bungkam dengan respons singkat yang memicu kecurigaan publik.
Ketua Umum SEMAHABAR, Gusti Ramli, mengungkapkan bahwa saat dihubungi untuk klarifikasi, Slamet memberikan jawaban yang dinilai tidak bertanggung jawab.(02/04/2026)
“Saya tidak tahu, saya tidak urusan,” ucap Slamet sebelum menutup sambungan telepon secara sepihak.
Sikap tersebut langsung menuai sorotan tajam. SEMAHABAR menilai, sebagai pejabat yang memiliki peran strategis dalam operasional perusahaan, respons demikian mencerminkan minimnya transparansi sekaligus lemahnya akuntabilitas.
PT CBN sendiri diketahui berperan sebagai vendor material yang menaungi sedikitnya tiga CV di sektor galian C. Namun, alih-alih memberikan klarifikasi terbuka, perusahaan justru terkesan menghindar dari sorotan publik.
“Ini bukan sekadar sikap tidak kooperatif, tapi bentuk pengabaian terhadap tanggung jawab publik. Justru semakin memperkuat dugaan adanya praktik ilegal di lapangan,” tegas Gusti.
SEMAHABAR pun mendesak pemerintah daerah, dinas teknis, hingga aparat penegak hukum untuk tidak tinggal diam. Mereka menuntut investigasi menyeluruh dilakukan terhadap aktivitas PT CBN.
Desakan ini bukan tanpa alasan. Aktivitas galian C yang tidak sesuai aturan berpotensi merusak lingkungan serta merugikan masyarakat sekitar.
“Kalau benar ada pelanggaran, jangan ada kompromi. Penegakan hukum harus tegas. Jangan biarkan praktik seperti ini terus berlangsung,” lanjutnya.
SEMAHABAR memastikan akan terus mengawal kasus ini hingga ada tindakan nyata dari pihak berwenang.
“Kalau bukan sekarang ditindak, kapan lagi? Jangan tunggu dampaknya makin parah,” tutup Gusti.(Red)



















