Pemerintah Kabupaten Halmahera Selatan merilis capaian indikator makro pembangunan tahun 2025 melalui infografik resmi. Hasilnya, sejumlah indikator menunjukkan tren positif, terutama pada sektor ekonomi, ketenagakerjaan, dan pembangunan manusia.
Pada sektor pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan sosial, Halmahera Selatan mencatat lonjakan signifikan dengan angka pertumbuhan mencapai 37,33 persen. Angka ini menjadi yang tertinggi di Provinsi Maluku Utara dan menunjukkan pertumbuhan ekonomi yang agresif sepanjang 2025.
Selain itu, angka kemiskinan berhasil ditekan menjadi 4,81 persen, turun jauh di bawah rata-rata Provinsi Maluku Utara yang berada di angka 5,81 persen. Tingkat pengangguran juga tercatat rendah, yakni 2,55 persen, menjadikan Halmahera Selatan sebagai salah satu daerah dengan tingkat pengangguran terendah di provinsi tersebut.
Partisipasi angkatan kerja juga mengalami peningkatan. Pada 2025, tingkat partisipasi mencapai 75,31 persen, naik dari 74,86 persen pada 2024.
Di bidang pembangunan manusia dan kualitas hidup, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Halmahera Selatan mencapai 69,05, meningkat dari tahun sebelumnya yang berada di angka 68,43. Peningkatan ini menunjukkan adanya perbaikan berkelanjutan dalam kualitas hidup masyarakat.
Angka harapan hidup juga mengalami kenaikan sebesar 0,44 tahun, dengan rata-rata mencapai 70,98 tahun. Sementara itu, tingkat ketimpangan pendapatan yang diukur melalui Gini Ratio tercatat 0,222, menjadi yang terendah di Maluku Utara dan mencerminkan distribusi ekonomi yang relatif merata.
Infografik ini memperkuat gambaran bahwa kinerja pembangunan di Halmahera Selatan selama 2025 menunjukkan kemajuan signifikan, baik dari sisi ekonomi maupun kualitas hidup masyarakat. Pemerintah daerah menegaskan komitmennya untuk terus menjaga tren positif tersebut melalui berbagai program pembangunan berkelanjutan. (Red/Pandi)



















