Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Bacan memperingati Milad HMI ke-79 pada Kamis, 5 Februari 2026. Kegiatan yang digelar di Aula Kantor Bupati Halmahera Selatan tersebut mengusung tema “Hidmat HMI untuk Indonesia” sebagai penegasan komitmen organisasi dalam membangun bangsa.
Bupati Halmahera Selatan, Hasan Ali Bassam Kasuba, hadir langsung dalam peringatan tersebut. Dalam sambutannya, ia mengajak seluruh pengurus HMI serta para pemangku kepentingan daerah untuk memperkuat kolaborasi demi mendorong kemajuan Kabupaten Halmahera Selatan.
“Selamat Milad ke-79 untuk HMI. Mari kita bersama-sama membangun Saruma tercinta dengan pandangan kritis yang konstruktif, disertai solusi nyata atas setiap persoalan yang kita hadapi,” ujar Bupati Bassam.
Bupati menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Halmahera Selatan terbuka terhadap kritik dari organisasi mahasiswa maupun elemen masyarakat lainnya. Menurutnya, kritik yang bersifat membangun merupakan fondasi penting dalam memperbaiki tata kelola pemerintahan daerah.
“Saya sebagai pemimpin daerah sangat terbuka menerima masukan, terutama dari HMI yang selama ini menjadi mitra strategis pemerintah. Kritik dan solusi yang kalian berikan sangat kami butuhkan,” katanya.
Pada kesempatan tersebut, Bupati Bassam juga menyinggung peran strategis alumni HMI yang saat ini tersebar di berbagai sektor pemerintahan, baik di tingkat pusat maupun daerah. Keberadaan para alumni tersebut dinilai mampu memberikan kontribusi signifikan dalam proses perumusan dan pengambilan kebijakan.
“Momentum Milad ke-79 ini saya harap menjadi energi baru bagi HMI Cabang Bacan untuk terus menyumbangkan pemikiran konstruktif demi kemajuan daerah dan bangsa,” tambahnya.
Selain itu, Bupati Bassam turut berbagi pengalaman pribadinya saat menempuh pendidikan, meski tidak aktif dalam organisasi kemahasiswaan. Namun, ia menegaskan bahwa nilai-nilai dan perspektif yang diperoleh tetap menjadi bekal penting dalam menjalankan kepemimpinan daerah.
“Saya mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama membangun Halmahera Selatan dengan semangat dan perspektif yang beragam. Dari perbedaan itulah kita bisa menciptakan kemajuan yang lebih bermakna,” pungkasnya. (Red/Pandi)



















