Wajah pusat Kota Jailolo, Kabupaten Halmahera Barat, bakal disulap dengan hadirnya konsep usaha kopi berbasis ruang terbuka yang digagas kalangan anak muda melalui Jailolo Street Coffee.
Jailolo Street Caffee yang bertajuk Festival Desa Wisata Halmahera Barat direncanakan melakukan launching pada 16-17 Oktober mendatang. Kehadiran Jailolo Street Coffee tersebut akan dipusatkan di gelanggang olahraga Festival Teluk Jailolo (FTJ).
Kehadiran usaha tersebut diharapkan tidak sekadar menjadi tempat menikmati kopi, tetapi juga menjadi ruang interaksi bagi masyarakat, khususnya generasi muda.
Salah satu pelaku UMKM yang terlibat dalam pengembangan Jailolo Street Coffee, Matho, mengatakan usaha tersebut hadir dengan konsep sederhana yang memanfaatkan ruang publik sebagai tempat berkumpul, menikmati minuman, sekaligus membangun interaksi sosial.
“Street Coffee sendiri merupakan sebuah jenis usaha kopi yang mengusung konsep sederhana dan lebih dekat dengan aktivitas masyarakat,” kata Rahmat yang juga Ketua GENPI Halbar saat diwawancarai Bacapost.com, (14/09/2026).
Menurutnya, konsep tersebut dipilih karena melihat adanya peluang untuk mengembangkan usaha kreatif anak muda sekaligus menghadirkan alternatif ruang publik di pusat Kota Jailolo.
Ia menilai, perkembangan UMKM tidak hanya bergantung pada modal dan produk, tetapi juga kreativitas dalam membaca kebutuhan masyarakat. Karena itu, Coffee Street diharapkan mampu menjadi bagian dari geliat ekonomi kreatif di Jailolo.
“Kami ingin usaha ini bisa menjadi ruang bagi anak muda untuk berkarya, berkreasi, dan membangun usaha. Harapannya, masyarakat juga bisa menikmati suasana yang nyaman sambil mendukung produk-produk lokal,” ujarnya.
Rahmat menuturkan, keberadaan Coffee Street tidak dimaksudkan hanya sebagai sebuah tempat usaha, tetapi juga sebagai langkah kecil untuk menghidupkan aktivitas ekonomi dan kreativitas di ruang publik.
“Kami berharap ini bisa menjadi awal yang baik. Bukan hanya untuk Street Caffee, tetapi juga bagi anak-anak muda lainnya agar berani memulai usaha dan mengembangkan kreativitasnya,” katanya.

Selain menawarkan berbagai jenis kopi, sambung Rahmat, Street Coffee juga diarahkan menjadi ruang yang dapat mempertemukan pelaku UMKM, komunitas, dan masyarakat umum.
“Konsep ini sudah dipraktekkan di Kota Ternate, kami yang di Jailolo juga membaca peluang tersebut dan diharapkan membuka peluang kolaborasi di antara anak-anak muda di Halmahera Barat.
Lebih jauh, Ketua GENPI Halmahera Barat itu menambahkan, Festival Desa Wisata Halmahera Barat itu turut dirangkaikan dengan HUT ke-8 Tahun Generasi Pesona Indonesia (GENPI) Halmahera Barat.
“Selain HUT GENPI, acara ini juga akan mempersembahkan Pentas Seni Budaya, Sharing Seasion Comunitas, Pameran Drip, dan Performance Lokal Pride,” tandasnya.
Untuk diketahui, kegiatan tersebut turut didukung Dinas Pariwisata kabupaten Halmahera Barat. Selain itu, Jailolo Street Street akan diisi 12 UMKM yang terdiri dari jajanan makanan hingga sederet pilihan kopi. (Red/Agus)


















