Sidanga – BacaPost.Com, Kerusakan talud penahan air di Desa Sidanga, Kecamatan Kasiruta Barat, Kabupaten Halmahera Selatan, menyebabkan air kali meluap dan merendam permukiman warga pada minggu malam sekitar pukul 20.00 WIT. Talud sepanjang kurang lebih 350 meter yang rusak itu dinilai menjadi penyebab utama banjir yang kerap terjadi setiap hujan deras.
Kondisi ini memantik kemarahan masyarakat karena dinilai telah dibiarkan berlarut-larut tanpa penanganan serius dari Pemerintah Kabupaten Halmahera Selatan.
Talud yang seharusnya berfungsi sebagai pengendali banjir kini tidak lagi berfungsi. Setiap hujan dengan intensitas tinggi, air kali meluap, masuk ke halaman hingga bangunan rumah warga. Situasi ini terus berulang dan menunjukkan lemahnya kehadiran pemerintah daerah dalam melindungi warganya dari ancaman banjir.
Sarwan Aras, salah satu warga Desa Sidanga, mengungkapkan bahwa masyarakat telah berulang kali menyampaikan laporan dan usulan perbaikan kepada Pemkab Halmahera Selatan. Namun, semua laporan tersebut seolah diabaikan tanpa tindak lanjut nyata di lapangan. (05/01/2026)
“Usulan ini sudah berkali-kali kami sampaikan ke Pemda, tapi sampai sekarang tidak pernah ada respon. Setiap hujan deras, warga selalu jadi korban banjir,” tegas Sarwan.
Warga menilai, sikap Pemkab Halsel yang membiarkan kerusakan infrastruktur vital ini sebagai bentuk kelalaian serius. Pembiaran tersebut dinilai tidak hanya merugikan secara materi, tetapi juga berpotensi mengancam keselamatan jiwa warga, terutama anak-anak dan lansia yang rentan terdampak banjir.
Masyarakat juga menegaskan bahwa persoalan ini tidak mungkin diselesaikan secara swadaya ataupun melalui anggaran desa. Perbaikan talud sepanjang ratusan meter membutuhkan perencanaan teknis dan alokasi anggaran yang menjadi tanggung jawab penuh pemerintah kabupaten, khususnya dinas terkait.
Warga Desa Sidanga mendesak Pemkab Halmahera Selatan, terutama Dinas PUPR dan BPBD, untuk segera turun ke lapangan dan melakukan perbaikan menyeluruh. Jika terus dibiarkan, banjir tahunan ini dikhawatirkan akan semakin parah dan berpotensi menimbulkan kerugian yang lebih besar di kemudian hari.
Hingga berita ini diturunkan, Pemerintah Kabupaten Halmahera Selatan dan dinas terkait belum memberikan penjelasan resmi terkait penanganan kerusakan talud di Desa Sidanga. (Pandi/Red)



















