Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Maluku Utara, Fauji Soamole, menegaskan komitmen pemerintah provinsi dalam memperkuat sektor perikanan di Kabupaten Halmahera Selatan.
Hal itu disampaikan Fauji saat diwawancarai dalam agenda Simposium Perikanan dan Kelautan yang digelar di Aula Bupati Halmahera Selatan, Jumat (10/04/2026).
Menurutnya, pembangunan cold storage atau pabrik es menjadi salah satu prioritas utama pemerintah provinsi. Fasilitas ini dinilai krusial untuk menjaga kualitas hasil tangkapan nelayan, khususnya di wilayah Halmahera Selatan.
“Pembangunan pabrik es ini memang menjadi kewenangan pemerintah provinsi, namun tetap membutuhkan kolaborasi dengan pemerintah daerah demi kepentingan masyarakat,” ujarnya.
Selain itu, Pemprov Maluku Utara juga melanjutkan program budidaya rumput laut yang telah berjalan sejak tahun sebelumnya. Pada tahun ini, program tersebut akan ditingkatkan, baik dari sisi kapasitas produksi maupun dukungan sarana.
Adapun lokasi pengembangan budidaya rumput laut difokuskan di Pulau Obi dan Desa Joronga. Bantuan yang disiapkan meliputi bibit unggul, peralatan budidaya, serta sarana dan prasarana pendukung lainnya.
“Tahun ini kita tingkatkan kapasitasnya, baik dari sisi bibit maupun peralatan budidaya,” jelas Fauji.
Terkait program desa nelayan, Fauji menyebutkan terdapat sekitar 15 desa yang masuk dalam rencana pengembangan. Namun, data tersebut masih akan diverifikasi lebih lanjut di lapangan.
“Untuk desa nelayan ada sekitar 15 desa, tapi masih harus diverifikasi. Dalam waktu dekat kami akan turun langsung ke Desa Bajo, Kecamatan Botang Lomang, untuk memastikan kesiapan,” tambahnya.
Ia juga menekankan bahwa anggaran untuk program desa nelayan tergolong besar, sehingga harus dimanfaatkan secara tepat dan sesuai peruntukannya.
“Anggaran per desa nelayan sekitar Rp23 miliar. Kami berharap desa yang ditetapkan benar-benar mampu mengelola dan memanfaatkannya dengan baik,” tutupnya.(Red/Pandi)



















