Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Halmahera Selatan, mengapresiasi Wartawan dan Komunitas Penulis (Warkop) Halmahera Selatan yang memilih dialog dan diskusi publik sebagai rangkaian peringatan hari lahir (Harlah) ke-1.
Harlah Warkop yang jatuh pada 12 Februari 2026 tersebut dirangkaikan dengan dialog publik bertema “Membaca Ulang Visi Agromaritim Bassam–Helmi”. Kegiatan ini berlangsung di Andai Coffee, Desa Tomori, Kecamatan Bacan,(14/02/2026) malam.
Dialog publik menghadirkan Akademisi Universitas Khairun Ternate Muamil Sun’an, anggota DPRD Halmahera Selatan Rustam Ode Nuru, serta perwakilan pemerintah daerah sebagai narasumber.
Staf Ahli Bidang Ekonomi Pemkab Halmahera Selatan, Asbur Somadayo, saat membacakan sambutan Bupati Halmahera Selatan Bassam Kasuba, menyampaikan apresiasi terhadap Warkop. Ia menilai Warkop tidak hanya berperan sebagai penyampai informasi, tetapi juga turut membangun pemahaman publik terkait arah pembangunan daerah.
“Ini menunjukkan bahwa Warkop tidak hanya berperan menyampaikan informasi, tetapi juga ikut membangun pemahaman publik terhadap arah pembangunan daerah,” ujar Asbur.
Asbur menyoroti tema Agromaritim yang diangkat dalam dialog tersebut. Menurutnya, Agromaritim bukan istilah baru dan bukan pula konsep yang jauh dari kehidupan masyarakat Halmahera Selatan.
“Agromaritim adalah cara kita mengelola potensi Halmahera Selatan sebagaimana adanya, yakni potensi darat dan laut agar saling terhubung dan memberi manfaat nyata bagi masyarakat,” jelasnya.
Ia menambahkan, Halmahera Selatan memiliki potensi besar di sektor pertanian dan perkebunan, seperti kelapa, pala, dan cengkih, serta komoditas lainnya. Selain itu, wilayah laut yang luas juga menyimpan potensi besar di sektor perikanan tangkap dan budidaya.
Namun demikian, tantangan utama bukan terletak pada ketersediaan sumber daya, melainkan pada bagaimana potensi tersebut dikelola secara terarah, terintegrasi, dan berkelanjutan.
“Konsep Agromaritim yang didorong adalah laut dan darat tidak berjalan sendiri-sendiri, tetapi menjadi satu ekosistem pembangunan daerah. Hasil pertanian dan perikanan juga harus memiliki pasar yang jelas,” ujarnya.
Menurut Asbur, hal tersebut perlu didukung oleh infrastruktur, distribusi, dan pengolahan yang memadai agar nilai tambah dapat dirasakan oleh petani, nelayan, dan pelaku usaha lokal.
Sementara itu, Presiden Warkop Halmahera Selatan, Amrul Doturu, menegaskan bahwa Warkop akan tetap menjadi mitra kritis pemerintah daerah dengan memberikan masukan yang konstruktif melalui ruang-ruang ilmiah seperti dialog publik.
“Peran wartawan tidak hanya menyampaikan informasi, tetapi juga mengawal jalannya pemerintahan sebagaimana fungsi pers sebagai pilar keempat demokrasi,” tuturnya.
Ia menambahkan, Warkop Halmahera Selatan tidak hanya mewadahi wartawan lokal, tetapi juga pelajar dan mahasiswa yang gemar menuliskan gagasan-gagasan kritis di berbagai platform media.
“Dalam satu tahun perjalanan Warkop, kami telah berulang kali menghadirkan ruang diskursus terkait arah pembangunan daerah, mensosialisasikan fungsi dan peran media massa, serta aktif dalam kegiatan bakti sosial,” pungkasnya. (Red/Pandi)



















