Aktivitas Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di Desa Anggai, Kecamatan Obi, kembali berubah menjadi arena maut. Seorang pemuda bernama Dadang Elajouw (18), warga Desa Anggai, tewas tragis dengan tubuh bersimbah darah usai diduga menjadi korban penikaman di kawasan tambang emas ilegal tersebut, (09/06/2026) malam sekitar pukul 21.00 WIT.
Insiden berdarah itu sontak menggemparkan warga dan para pekerja tambang yang berada di lokasi. Berdasarkan informasi yang dihimpun dari warga sekitar, sebelum kejadian korban diketahui berada di area tambang bersama sejumlah orang. Namun suasana diduga memanas hingga terjadi perselisihan yang berujung aksi brutal menggunakan senjata tajam.
Korban mengalami luka serius di beberapa bagian tubuh dan dikabarkan meninggal dunia di lokasi kejadian sebelum sempat mendapatkan penanganan medis. Warga dan pekerja tambang yang panik sempat berupaya memberikan pertolongan, namun nyawa korban tidak berhasil diselamatkan.
Peristiwa ini kembali membuka fakta keras di balik aktivitas PETI yang selama ini terus beroperasi di wilayah Obi. Selain merusak lingkungan dan diduga beroperasi tanpa pengawasan ketat, kawasan tambang ilegal juga dinilai rawan menjadi tempat terjadinya tindak kriminal, peredaran minuman keras, hingga aksi kekerasan berdarah yang mengancam keselamatan masyarakat.
Hingga berita ini diterbitkan, aparat kepolisian masih melakukan penyelidikan guna mengungkap motif dan kronologi pasti kejadian serta memburu terduga pelaku yang disebut melarikan diri usai insiden maut tersebut.
Upaya konfirmasi kepada Kapolsek Obi, Ipda Daffa Raissa Putra, melalui pesan WhatsApp telah dilakukan. Namun hingga berita ini dipublikasikan, belum ada keterangan resmi yang diberikan pihak kepolisian terkait kasus tersebut.
Kasus ini memicu perhatian serius masyarakat setempat. Warga mendesak aparat penegak hukum tidak hanya memburu pelaku penikaman, tetapi juga bertindak tegas terhadap aktivitas tambang ilegal yang dinilai terus menjadi sumber konflik, kekerasan, dan ancaman nyawa di kawasan pertambangan Obi.
Catatan Redaksi: Informasi dalam berita ini masih berdasarkan keterangan awal warga di lokasi kejadian. Redaksi akan memperbarui isi berita setelah adanya pernyataan resmi dari pihak kepolisian.(Red/Pandi)



















