CSR PT GMM Mandek, Warga Empat Desa di Gane Barat Selatan Jadi Korban Janji Palsu

Selasa, 10 Februari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Janji Corporate Social Responsibility (CSR) PT Gelora Mandiri Membangun (GMM) kembali dipertanyakan. Warga di empat desa Kecamatan Gane Barat Selatan, Kabupaten Halmahera Selatan, mengaku sudah bertahun-tahun tidak lagi merasakan manfaat dana CSR perusahaan sawit tersebut, meski sebelumnya dijanjikan bantuan untuk kebutuhan dasar masyarakat.

Sejumlah desa di kawasan lingkar perkebunan kelapa sawit menilai PT GMM tidak konsisten menjalankan kewajiban sosialnya. Dana CSR yang seharusnya dialokasikan setiap tahun justru terhenti tanpa kejelasan, meninggalkan keresahan dan konflik di tengah masyarakat.

Salah satu warga Desa Yamli, Falen, mengungkapkan bahwa desanya hampir tiga tahun terakhir tidak lagi menerima dana CSR dari PT GMM.

“Kenapa bisa seperti itu? Padahal ini hak warga di kawasan lingkar perkebunan sawit,” tegas Falen,(10/2/2026).

Baca Juga:  Pengurus PBVSI Halmahera Selatan 2025–2029 Resmi Dilantik, Target Emas Porprov Dan Popda 2026

Ia menjelaskan, CSR tersebut sebelumnya digunakan untuk membantu pengadaan meteran listrik bagi warga, yang hingga kini masih menjadi kebutuhan mendesak. Namun sejak terakhir diterima sekitar tahun 2023, program tersebut terhenti tanpa penjelasan resmi dari pihak perusahaan.

“Terakhir kami terima sekitar tahun 2023. Sampai sekarang tidak ada lagi. Padahal meteran listrik itu dijanjikan langsung oleh pihak perusahaan,” ungkapnya.

Falen menambahkan, terdapat empat desa di Kecamatan Gane Barat Selatan yang sebelumnya tercatat sebagai penerima CSR PT GMM. Namun setelah aliran dana terhenti, masyarakat hanya menerima janji tanpa realisasi.

“Harusnya CSR itu rutin setiap tahun. Sekarang tidak ada kegiatan apa pun,” katanya.

Kekecewaan serupa juga disampaikan Rahmat, warga Desa Gane Dalam. Ia menilai PT GMM terkesan hanya mengejar keuntungan, tanpa memperhatikan kesejahteraan masyarakat di sekitar wilayah operasional perkebunan sawit.

Baca Juga:  PARADE Malut Desak Kapolda Tangkap Ino Yang Diduga Terlibat Mafia BBM Subsidi Di Desa Babang

Rahmat juga menyinggung dampak lanjutan dari mandeknya CSR, yang berujung pada tudingan terhadap Kepala Desa Gane Dalam, Risman B. Dul Haji, terkait dugaan penyalahgunaan Dana Desa untuk pengadaan meteran listrik hingga memicu aksi protes warga.

Menurut Rahmat, tudingan tersebut merupakan kesalahpahaman serius akibat tidak adanya kejelasan dari pihak perusahaan.

“Soal meteran listrik itu janji PT GMM, bukan dari Dana Desa. Tapi karena tidak ada penjelasan, akhirnya kepala desa yang jadi sasaran,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa program meteran listrik tidak pernah dibiayai dari Anggaran Dana Desa, melainkan sepenuhnya bersumber dari dana CSR perusahaan.

“Masyarakat jangan salah sasaran. Program itu bukan dari Dana Desa,” tegasnya.

Baca Juga:  Diduga Salahgunakan Dana Desa, Tiga Kades di Halsel Dipanggil DPRD

Rahmat mendesak manajemen PT GMM agar segera memberikan kejelasan dan menyelesaikan persoalan CSR, karena ketidakpastian tersebut telah memicu konflik sosial di tingkat desa.

Sementara itu, Kepala Desa Gane Dalam, Risman B. Dul Haji, membenarkan bahwa pengadaan meteran listrik di desanya berasal dari dana CSR PT GMM.

“Meteran listrik itu dari CSR perusahaan. Karena keterbatasan stok, yang dipasang baru sebagian,” jelasnya.

Ia menegaskan kembali bahwa Dana Desa tidak pernah digunakan untuk program meteran listrik dan hal tersebut merupakan tanggung jawab penuh PT GMM.

“Dana Desa tidak digunakan. Itu murni tanggung jawab PT GMM melalui CSR,” tutup Risman. (Red/Pandi)

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Eksavator Melintas Atas Permukaan Aspal Tanpa Mengunakan Alas Pelindung, PUPR Halsel Layangkan Teguran Dan 8 Rekomendasi Kepada PT. Intim Kara
Cantumkan Logo Organisasi Tampa Ijin, PWI Laporkan Oknum Wartawan RL Ke Polres Halsel
Penampilan Yang Ditunjukkan SSB Tomara Mengunci Juara Satu
Pemda Halbar Respon Cepat Masalah Sengketa Lahan Di Tosoa
Kebakaran Hanguskan Rumah Warga Di Desa Loleojaya, Pemdes Salurkan Bantuan
Rumah Din dan Sarni Di Loleojaya Ludes Terbakar, Harta Benda dan Dokumen Penting Ikut Musnah
Polres Halsel Gelar Upacara Peringatan Hari Juang Polri
Di Tengah Isu Referendum Maluku Utara, Boki Nita Serukan Persatuan Dan Pelestarian Adat

Berita Terkait

Senin, 24 Agustus 2026 - 05:05

Eksavator Melintas Atas Permukaan Aspal Tanpa Mengunakan Alas Pelindung, PUPR Halsel Layangkan Teguran Dan 8 Rekomendasi Kepada PT. Intim Kara

Senin, 24 Agustus 2026 - 04:04

Cantumkan Logo Organisasi Tampa Ijin, PWI Laporkan Oknum Wartawan RL Ke Polres Halsel

Minggu, 23 Agustus 2026 - 13:06

Penampilan Yang Ditunjukkan SSB Tomara Mengunci Juara Satu

Minggu, 23 Agustus 2026 - 05:47

Pemda Halbar Respon Cepat Masalah Sengketa Lahan Di Tosoa

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 12:11

Kebakaran Hanguskan Rumah Warga Di Desa Loleojaya, Pemdes Salurkan Bantuan

Berita Terbaru

BacaPost.Com

Penampilan Yang Ditunjukkan SSB Tomara Mengunci Juara Satu

Minggu, 23 Agu 2026 - 13:06

BacaPost.Com

Pemda Halbar Respon Cepat Masalah Sengketa Lahan Di Tosoa

Minggu, 23 Agu 2026 - 05:47