Beda Pandangan Kapus Dan Kadis, Speedboat Dinkes Busua Terbengkalai Jadi Sorotan

Senin, 30 Maret 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Polemik speedboat milik Dinas Kesehatan Kabupaten Halmahera Selatan di Desa Busua, Kecamatan Kayoa Barat, kian mencuat. Armada yang seharusnya menjadi penopang layanan kesehatan di wilayah kepulauan itu kini justru terbengkalai di pesisir, memantik kritik publik sekaligus membuka perbedaan pandangan tajam antara pihak Puskesmas dan Dinas Kesehatan.

Speedboat bertuliskan “DINKES KAB. HALMAHERA SELATAN” tersebut terlihat terparkir di daratan dan tidak difungsikan. Warga bahkan menyebutnya hanya sebagai “hiasan” yang tak memberi manfaat, di tengah kebutuhan mendesak akses transportasi medis.

Kepala Puskesmas Busua, Fadli Talib, menegaskan bahwa armada tersebut tidak layak digunakan. Ia menyoroti faktor keselamatan akibat kondisi perairan Kayoa Barat yang kerap dilanda gelombang tinggi.

Baca Juga:  Momentum Ramadan, IKB Masatawa Gelar Bukber dan Perkuat Solidaritas Anggota

“Speedboat itu tidak layak digunakan. Kalau musim ombak, tidak bisa dipakai karena berisiko tenggelam,” tegas Fadli saat dikonfirmasi, (21/03/2026)

Fadli juga mengungkap pengalaman nyaris celaka saat speedboat digunakan untuk pelayanan keliling (pusling) ke Desa Sabla.

“Kami pernah pakai, tapi di tengah perjalanan hampir tenggelam. Akhirnya sebagian pegawai terpaksa kembali dengan perahu lain, sementara motoris tetap membawa speedboat itu pulang,” ungkapnya.

Ironisnya, speedboat tersebut diketahui menelan anggaran sekitar Rp1 miliar. Namun hingga kini, keberadaannya belum memberikan dampak signifikan bagi pelayanan kesehatan masyarakat di wilayah tersebut.

Di sisi lain, Kepala Dinas Kesehatan Halmahera Selatan, Asia Hasyim, justru menyampaikan pernyataan berbeda. Ia menilai speedboat tersebut masih dalam kondisi layak pakai.

Baca Juga:  Jembatan Rp12 Miliar Disorot, Galian C Diduga Ilegal: Kapolsek Gane Barat Diduga Diam, Kapolres Halsel Didesak Bertindak

“Speedboat itu masih layak. Secara fisik dan fungsi masih bisa digunakan,” ujar Asia saat di konfirmasi lewat via whatsapp, (30/03/2026)

Meski demikian, ia mengakui adanya kendala faktor alam, khususnya gelombang tinggi yang kerap menghambat operasional di perairan Kayoa Barat.

“Memang ada tantangan kondisi cuaca. Ini yang perlu dievaluasi agar penggunaannya lebih maksimal dan aman,” tambahnya.

Perbedaan pernyataan antara Kapus dan Kadis ini mempertegas adanya disharmoni dalam penilaian kondisi fasilitas di lapangan. Di satu sisi, tenaga kesehatan menyatakan armada berisiko dan tidak layak, sementara di sisi lain dinas menilai masih bisa difungsikan.

Situasi ini memunculkan pertanyaan serius terkait perencanaan, pengadaan, hingga pengawasan fasilitas publik yang menelan anggaran besar namun minim manfaat. Terlebih, masyarakat di wilayah kepulauan seperti Kayoa Barat sangat bergantung pada transportasi laut untuk mendapatkan layanan kesehatan, khususnya dalam kondisi darurat.

Baca Juga:  Sengketa Lahan Alimusu Di Obi, Praktisi Hukum Tegaskan: Bukan Urusan Perusahaan, Bawa Ke Pengadilan

Hingga kini, belum terlihat langkah konkret untuk menyelesaikan persoalan tersebut. Speedboat yang mangkrak itu pun menjadi simbol nyata lemahnya tata kelola fasilitas publik di saat masyarakat justru membutuhkan layanan kesehatan yang cepat, aman, dan merata.(Red/Pandi)

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Eksavator Melintas Atas Permukaan Aspal Tanpa Mengunakan Alas Pelindung, PUPR Halsel Layangkan Teguran Dan 8 Rekomendasi Kepada PT. Intim Kara
Cantumkan Logo Organisasi Tampa Ijin, PWI Laporkan Oknum Wartawan RL Ke Polres Halsel
Penampilan Yang Ditunjukkan SSB Tomara Mengunci Juara Satu
Pemda Halbar Respon Cepat Masalah Sengketa Lahan Di Tosoa
Kebakaran Hanguskan Rumah Warga Di Desa Loleojaya, Pemdes Salurkan Bantuan
Rumah Din dan Sarni Di Loleojaya Ludes Terbakar, Harta Benda dan Dokumen Penting Ikut Musnah
Polres Halsel Gelar Upacara Peringatan Hari Juang Polri
Di Tengah Isu Referendum Maluku Utara, Boki Nita Serukan Persatuan Dan Pelestarian Adat

Berita Terkait

Senin, 24 Agustus 2026 - 05:05

Eksavator Melintas Atas Permukaan Aspal Tanpa Mengunakan Alas Pelindung, PUPR Halsel Layangkan Teguran Dan 8 Rekomendasi Kepada PT. Intim Kara

Senin, 24 Agustus 2026 - 04:04

Cantumkan Logo Organisasi Tampa Ijin, PWI Laporkan Oknum Wartawan RL Ke Polres Halsel

Minggu, 23 Agustus 2026 - 13:06

Penampilan Yang Ditunjukkan SSB Tomara Mengunci Juara Satu

Minggu, 23 Agustus 2026 - 05:47

Pemda Halbar Respon Cepat Masalah Sengketa Lahan Di Tosoa

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 12:11

Kebakaran Hanguskan Rumah Warga Di Desa Loleojaya, Pemdes Salurkan Bantuan

Berita Terbaru

BacaPost.Com

Penampilan Yang Ditunjukkan SSB Tomara Mengunci Juara Satu

Minggu, 23 Agu 2026 - 13:06

BacaPost.Com

Pemda Halbar Respon Cepat Masalah Sengketa Lahan Di Tosoa

Minggu, 23 Agu 2026 - 05:47